Plt Bupati Kabupaten Sorong Selatan Derek Ampnir memberi penjelasan kepada pengunjuk rasa yang memprotes penyerahan DIPA 2016 di daerah tersebut, kemarin.

Penyerahan DPA Sorsel Diwarnai Unjuk Rasa, Kaca Hotel Pecah

SORSEL, CAHAYAPAPUA.comPenyerahan Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) Sorong Selatan tahun anggaran 2016, diwarnai unjuk rasa puluhan masyarakat Sorong Selatan di halaman Hotel Meratua, Sorong Selatan, Rabu (10/2). Unjuk rasa itu mengakibatkan kaca hotel tersebut pecah.

Koordinator aksi unjuk rasa, Yonathan Salambauw, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan Sorong Selatan, meminta agar proses penyerahan DPA kepada SKPD di Sorsel dapat ditangguhkan hingga pelantikan bupati definitive.

“Kami kuatir terjadi penyelahgunaan anggaran oleh sejumlah SKPD yang nantinya berdampak pada pemerintahan bupati terpilih,” kata Yonathan dalam orasinya.

Sementara itu, Plt. Bupati Sorsel, Derek Apnir mengatakan, dirinya melaksanakan tugas menyerahkan DPA tersebut mengacu pada Peraturan Mentri Dalam Negeri 13 tahun 2016, pasal 122 sampai dengan pasal 153.

Derek mengaku akan tetap menyerahkan DPA Kabupaten Sorong Selatan ketika bertemu pengunjuk rasa. “Kalau kita tunda dan tidak menyerahkan DPA kepada SKPD maka kita (Pemkab Sorsel) dianggap paling lama dalam penyerahan DPA.

Padahal anggaran inikan untuk pelayanan publik, salah satu contoh orang di rumah sakit kalau mau berobat, baru beli obatnya dari mana,” tutur Derek.

Pantauan Cahaya Papua massa mulai memadati halaman hotel Meratua sejak pagi hari sekitar pukul 10.00 WIT ketika Derek bersama jajaran SKPD tengah membahas penyerahan DPA.

Massa mulai anarkis ketika berorasi dan tidak diindahkan oleh bupati sehingga mengakibatkan mereka mengamuk dan memecahkan kaca hotel. Masa mulai tenang bupati menemui mereka dan berdialog.

DPA Kabupaten Sorsel dibagi dalam urusan wajib 36 SKPD dan urusan pilihan 5 SKPD. Totalnya DPA dibagi atas target pendapatan Rp. 941 miliar lebih, belanja sebesar Rp. 961 miliar lebih dan pembiayaan Rp. 20 miliar lebih. |NASIR