Ilustrasi Korupsi.

SORONG, CAHAYAPAPUA.com- Berdasarkan hasil tinjauan di lapangan oleh tim Kejaksaan Negeri Sorong pada beberapa waktu lalu, Penyidik telah ditemukan (kantongi) sejumlah barang bukti terkait dengan kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan penyebrangan antara Pulau Rutum dan Pulau Reni di Kabupaten Raja Ampat.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Sorong, B.A. Kombado ,SH, MH mengatakan, setelah menemukan adanya sejumlah barang bukti, penyidk Kejaksaan Negeri Sorong tengah mempelajari dan akan melakukan kajian soal kasus terebut.

“Untuk sementara sudah menemukan bukti dokumen yang diperlukan dan selanjutnya tim akan melakukan pengkajian,” ujar Kombado ujar Kombado saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/9).

Lebih lanjut Kombado menambahkan, pihaknya akan melakukan pemanggilan sejumlah saksi yang terkait dengan pembangunan jembatan penghubung tersebut, sebelum nantinya ditetapkan siapa saja yang nantinya akan ditetapkan sebagai tersangka.

Seperti diketahui bersama, dana yang dikucurkan untuk pembangunan jembatan penghubung antar Dua Pulau di Kabupaten Raja Ampat itu, telah dianggarkan pada tahun sebelumnya, dengan nilai berkisar milyaran rupiah, namun sayangnya setelah dicairkan, tak ada satu-pun aktifitas yang dikerjakan oleh kontraktor yang menangani pekerjaan tersebut. Ironisnya berdasarkan informasi Media ini, justru telah ada laporan 100% penggunaan anggarannya. Hal ini yang menjadi pertanyaan masyarakat.

Terkait hal itu, salah satu aktivis pegiat anti korupsi, Ridwan mengatakan, penyidik kejaksaan Negeri Sorong, harus benar-benar dan serius untuk menangani kasus pembangunan jembatan Rutum-Reni, pasalnya, anggaran Negara mencapai milyaran rupiah telah dihabiskan untuk pelaku korupsi di Kabupaten Raja Ampat.

Apabila kasus ini terus didiamkan maka timbul pertanyaan bagi penyidik. Apakah penyidik sengaja memperlambat atau tidak? Oleh karena itu Ridwan mengajak semua komponen masyarakat di Papua Barat, khususnya di Kabupaten Raja Ampat agar bersama-sama mengawal kasus korupsi, “Kita kawal bukan hanya kasusnya, tapi juga harus kawal tim-tim penyidik yang menangani kasus-kasus korupsi, karena jangan sampai barang (kasus) hilang begitu saja,” tutur Ridwan. NASIR|EDITOR : BUSTAM

Leave a Reply