Benony A. Kombado. SH.

Penyidik Periksa Panitia Lelang Korupsi Jembatan Rutum-Reni

SORONG, Cahayapapua.com—— Penyidik Kejaksaan Negeri Sorong belum lama ini telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi yang juga merupakan panitia pelaksana lelang proyek fiktif pembangunan jembatan penghubung antara pulau Rutum dan Pulau Reni, Distrik Ayau, Kabupaten Raja Ampat.

Kepala Seksi Pidana Khusus (KasiPidsus), Kejaksaan Negeri Sorong, Benony Kombado, Senin (25/4) siang, membenarkan hal tersebut. Menurut Benony, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap panitia lelang pada Jumat (22/4) pekan lalu, di ruang penyidik Kejaksaan Negeri Sorong.

“Ia kita telah melakukan pemeriksaan kepada ketua panitia lelang inisial A, sekretaris panitia lelang inisial W dan anggotanya inisial YR,” ujar Kasipidsus Benony.

Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui dana yang dicairkan untuk pembangunan jembatan penghubung Pulau Rutum-Reni, senilai Rp 4.5 miliar sedangkan hasil pemeriksaan pada Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) pada Badan Perbatasan Daerah (BPD) Kabupaten Raja Ampat senilai Rp 4.4 miliar. “Ada perbedaan tapi kita tetap gunakan DPA dari BPD Raja Ampat,” katanya.

Dia mengatakan ketiga panitia lelang tidak ditetapkan sebagai tersangka, karena mereka melakukan tugas sesuai fungsinya masing-masing. “Mereka (panitia lelang) bukan tersangka, mereka jauh dan tidak terindikasi sebagai tersangka, karena mereka lakukan tugas pelelangan secara terbuka untuk umum sebagaimana aturan dan diumumkan melalui LPSE,” terang Kasipidsus.

Sebelumnya, telah ditetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu YLW (Kepala Badan Perbatasan Daerah Kabupaten Raja Ampat), OB (Pejabat Pembuat Komitmen), JPR (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) dan CR (Kontraktor Pelaksana). Keempat tersangka itu, akan dipanggil oleh penyidik kejaksaan negeri sorong pada pekan depan.

“Akibat perbuatan para tersangka negara mengalami kerugian sebesar Rp 4.4 miliar. Pada tersangka akan dipanggil secara bersamaan pekan depan. Apabila tidak hadir, atau keluar daerah, maka kita tetapkan sebagai tersangka,” tegas Kasipidsus.

Sebagaimana diketahui, dana yang dikucurkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Raja Ampat, tahun 2014 sebesar Rp 4.4 miliar melalui Badan Perbatasan Daerah (BPD) Raja Ampat untuk keperluan pembangunan jembatan penghubung Pulau Rutum dan Pulau Reni, Distrik Ayau Kabupaten Raja Ampat. Sayangnya, anggaran sebanyak itu justru disalahgunakan oleh sekelompok orang untuk kepentingan pribadi. (NSR)6

 

Tinggalkan Balasan