Ilustrasi-Korupsi-Swasembada-Sapi

Penyidik yang Dikirim ke 7 Daerah Terkait Kasus Sapi Sudah Kembali

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.comKepolisian Resor Manokwari menyatakan sudah melengkapi berkas kasus korupsi Swasembada sapi tahun 2012 yang pernah dikembalikan oleh Kejari Manokwari karena dinilai belum lengkap.

Kasus ini menjerat Kepala Dinas Peternakan Provinsi Papua Barat Hari T Uhi dan Ruben J Rumere yang masing-masing bertindak sebagai kuasa pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Manokwari Ajun Komisaris Polisi Tommy H Pontororing, Jumat kemarin, mengatakan, tim penyidik yang dikirim ke sejumlah daerah untuk melengkapi data yang dibutuhkan dalam berkas kasus tersebut telah kembali ke Manokwari.

Polres Manokwari mengirim dua tim ke sejumlah daerah di Indonesia untuk mencari dan melengkapi data dalam kasus tersebut. Tim satu dikirim bertugas ke Sorong, Fakfak dan Teluk Wondama, sementara tim dua bertugas ke Lombok NTT, Surabaya, Bandung dan Jakarta.

Dari penelusuran tim II, seperti diungkap Tommy, didapati sejumlah dana dari Swasembada sapi yang berasal dari dana perbantuan untuk dua kegiatan baik pengadaan dan Bansos dengan jumlah sekitar 1 miliar rupiah.

Dana sekitar 1 miliar itu terang Tommy, dibagi ke dua kelompok peternak sapi di Kaimana, masing-masing Rp. 500 juta, namun administrasi ternyata tidak dibuat oleh dua kelompok peternak tersebut, tapi diambilalih oleh Harry Uhi, mengacu pada keterangan sejumlah saksi.

Untuk mendalami fakta itu, Polres Manokwari menyatakan akan dikoordinasikan kepada Polres Kaimana, yang akan diminta untuk melacak aliran uang tersebut.

Kasat reskrim mengatakan dengan telah kembalinya dua tim tersebut ke Manokwari maka, “P19 (berkas yang belum lengkap) dari Jaksa Penuntut Umum (Kejari Manokwari) sudah dilaksanakan.”

“Untuk itu dalam waktu dekat ini berkas P19 yang dikembalikan oleh pihak kejaksaan akan masuk dalam proses pemberkasan dan akan ditindaklanjuti kembali ke Kejaksaan Negeri Manokwari.”

Tindaklanjut yang dimaksud Tommy adalah menyusun petunjuk-petunjuk dan memperbaiki data yang kurang lengkap untuk kemudian diberkaskan sebelum diserahkan ke Kejari Manokwari. |ADITH SETYAWAN