4 anggota Polres Sorong Kota masing-masing AK, SH, SS dan LJ menjadi tahanan Polres Sorong Kota setelah terungkap memeras pemilik sebuah warung makan di daerah itu hanya gara-gara persoalan nasi bungkus.

Peras Warga Gara-gara Nasi Bungkus, 4 Polisi Ditahan

SORONG, Cahayapapua.com— Kepolisian Resor Kota Sorong akhirnya menahan keempat anggota mereka masing-masing AK, SH, SS dan LJ yang tertangkap basah memeras pemilik sebuah warung makan di Kota Sorong. Empat anggota polisi ini nekat memeras pemilik warung tersebut berawal dari persoalan nasi bungkus.

Kapolres Sorong Kota AKBP Edfrie R Maith menegaskan, keempat anggotanya itu akan diseret ke pengadilan umum untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka yang dinilai telah mencoreng instisusi kepolisian.

“Untuk para pelaku kami akan proses di pengadilan umum. Mereka resmi ditahan malam ini (kemarin malam,red) di ruang tahanan Polres Sorong Kota,” ujar Edfrie di depan ruang tahanan Polres Sorong Kota, usai melihat penahanan keempat oknum tersebut, Kamis malam, (13/10/16).

Edfrie mengatakan pihaknya akan bekerja cepat melalui provost Polres Sorong Kota untuk memeriksa keempat anggotanya itu, bersama tim Reserse Kriminal sebelum mengirim berkas kasus tersebut ke kejaksaan setempat.

Ia mengatakan sampai sejauh ini belum bisa memberikan sikap tegas kepada mereka karena proses hukum masih akan ditempuh, termasuk kemungkinan mencopot mereka dari status sebagai anggota Polri.

“Kalau itu (kemungkinan dicopot) belum. Tergantung perkembangan ya, kita akan proses secepatnya. Kami harap teman-teman juga kawal ya, dan kami tidak main-main dengan kasus ini,” kata Edfrie.

Belajar dari kasus tersebut, Edfrie mendorong masyarakat untuk tidak segan melapor perbuatan anak buahnya yang dinilai berbuat ulah atau meresahkan masyarakat saat bertugas.

“Kami atas nama kepolisian meminta maaf kepada masyarakat Kota Sorong atas perbuatan yang dilakukan oleh anggota kami,” ujar Edfrie mengenai perilaku empat anak buahnya tersebut.

Kasus ini bermula saat keempat anggota Polsek Sorong Barat AK, SH, SS dan LJ mendatangi salah satu rumah makan dan menuntut ganti rugi nasi bungkus yang dibeli rekannya karena nasi belum matang betul.

Saat itu korban yang diketahui orang Padang itu mengaku lalai karena karyawannya tidak memastikan tingkat kematangan nasi bungkus itu sebelum dijual. Korban saat itu bersedia untuk mengganti nasi tersebut.

Ironisnya, para pelaku justru memaksa pemilik warung ke Polsek Sorong Barat untuk dimintai keterangan. Dalam pemeriksaan, setelah mengetahui korban tidak memiliki saudara yang berprofesi sebagai pengacara ataupun polisi, mereka mengancam memproses korban.

Tahu dalam keadaan terancam, korban kembali meminta damai dan bersedia mengganti nasi yang belum matang tersebut dengan nasi baru, tapi para pelaku memaksa korban memberikan mereka uang Rp 5 juta. Korban menolak dan hanya mampu membayar Rp 2 juta. Korban mengaku uang tersebut ia pinjam dan temannya.

Karena merasa diperas, korban pulang dan ternyata mendapati kamera.,

Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang diwarungnya telah merekam aksi para oknum tersebut. Berbekal rekaman itu ia melaporkan mereka ke kepolisian setempat. (NSR)

 

Tinggalkan Balasan