Pangdam VXIII/Kasuari Mayjen TNI Onesimus Wayangkau (tengah) didampingi Kepala Pusat Penerangan Kodam Kolonel TNI AD Wahyu Handoyo (kiri).

Perdana Kodam Kasuari Gelar Rapim Libatkan Para Danramil

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kodam VXIII/Kasuari, Senin (6/2), menggelar rapat pimpinan (rapim) komando militer perdana setelah beberapa bulan yang lalu Kodam ini resmi berdiri di Papua Barat.

Berbeda dengan Rapim biasanya, kali ini selain melibatkan petinggi TNI di jajaran Makodam serta melibatkan empat Dandim yakni Dandim Manokwari, Sorong dan Fakfak serta Dandim Kaimana  peserta juga melibatkan seluruh Koramil yang ada di wilayah Makodam Kasuari.

“Sebelum saya buka Rapim ini saya mau sampaikan bahwa untuk Rapim kali ini luar biasa sebab selain Perdana di gelar juga melibatkan peserta dari Danramil yang ada di wilayah ini.

Jadi para danramil dan komandan kompi didudukan sejajar dengan petinggi Kodam. Ini suatu kebanggaan. Jadi saya belum tahu kedepan apakah kalian akan di dudukan sejajar lagi dengan petinggi atau tidak,” ujar Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Onesimus Wayangkau mengawali sambutannya pembukaan Rapim di ruang Aula Makodam.

Wayangkau mengatakan Rapim tersebut bertujuan mengevaluasi program dan anggaran tahun 2016 dan menentukan persepsi atas kebijakan program dan anggaran di tahun 2017 ini. Selain penyampaiaan pokok-pokok kebijakan pimpinan TNI AD dalam Rapim di Jakarta awal Januari lalu.

“Dalam rapim ini diharapkan agar bisa terwujud kesamaan persepsi kebijakan program kerja dan anggaran. Selain itu untuk mencapai pembinaan dan kemampuan kekuatan dalam gelar Kodam VXIII Kasuari.”

Wayangkau mengatakan sebagai Kodam baru tentu diawali dengan penataan organisasi, penataan personil dan penataan pangkalan yang ada di jajaran Kodam Kasuarai secara berkelanjutan, serta untuk mewujudkan kesiapsiagaan satuan serta para peserta Rapim agar memahami arah dan kebijakan pimpinan TNI AD.

“Nanti dalam penyampaian materi,  Kasdam memberikan materi tentang arah dan kebijakan pimpinan sedangkan Irdam Kodam menyampaikan penjelasan terkait berbagai hal menonjol yang ada di wilayah ini. Selain itu juga terdapat materi tambahan baik disampaikan oleh internal maupun narasumber di luar Makodam yang diundang,” kata Wayangkau.

Dia berharap peserta Rapim sungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini agar kedepan dalam mengelola anggaran benar-benar targetnya memperolah penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK RI. Ini merupakan bentuk pertanggung jawaban agar meyakinkan pimpinan tentang layaknya Kodam Kasuarai berdiri di Papua Barat.

“Penilaian WTP ini maksudnya penilaian BPK terkait pengelolaan program dan anggaran di Kodam Papua Barat. Jadi akan kita benahi terus proses penggunaan anggaran yang turun di Kodam ini. Kalau tahun lalu kan evaluasi di Kodam Induk Cenderawasih dan banyak hal yang saya lihat masih berkaiatan dengan potensi pengelolaan anggaran yang terdapat penempatan yang salah realisasi. Memang sudah benar tetapi administrasi masih ada yang salah,” ungkapnya.

Panglima Kodam juga mengingatkan terkait penggunaan anggaran kedepan bukan hanya ditingkat Komando Distrik Militer (Kodim), namun akan turun juga ke tingkat Koramil sehingga perencanaan masing-masing satker harus sesuai dan pertanggungjawabannya harus jelas. (MAR)

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: