Bupati Kaimana Matias Mairuma menandatangani prasasti peresmian dermaga rakyat Lobo di Kaimana. Foto : CAHAYAPAPUA.com |Isabela Wisang

Peresmian Dermaga Rakyat Lobo Dihadiri Ribuan Warga Kaimana

KAIMANA- Kebijakan Pemerintah Daerah menetapkan growing point (titik pertumbuhan) bagi pemerataan pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kaimana mulai menampakkan hasil. Meskipun kebijakan itu belum maksimal dirasakan oleh masyarakat, namun dengan diresmikannya Dermaga Rakyat Eman,Sir di Kampung Lobo, menandakan bahwa RPJMD Kabupaten Kaimana tahun 2010-2015, yang didalamnya memuat program growing point bukan sekedar dokumen kosong tanpa realisasi.

Kamis 18 Desember 2014, ribuan rakyat suku Mairasi yang tersebar pada beberapa kampung, menggelar pesta rakyat peresmian dermaga Emansiri, yang dibangun sejak tahun 2012 dan menjadi kerinduan masyarakat Mairasi selama ini. Dermaga permanen dengan konstruksi beton, berukuran panjang 70×10 meter ini, diresmikan pengoperasiannya oleh Bupati Kaimana Matias Mairuma ditandai pengguntingan pita dan penandatangan prasasti.

Kedatangan Bupati didampingi Kapolres AKBP Drs. I Nyoman Sugiarta dan Dandim 1713 Letkol Kav. Otto Sollu, SE di Kampung Lobo, disambut penuh suka cita oleh warga kampung. Sekelompok kaum perempuan mengenakan batik, tampak menari riang menyambut kedatangan Bupati dan rombongan. Turut hadir menyaksikan acara peresmian dermaga rakyat Lobo, anggota DPRD, sejumlah pimpinan dan anggota TNI-Polri dari berbagai satuan, para pimpinan SKPD, tokoh adat, tokoh perempuan dan tamu undangan, termasuk para wisatawan mancanegara.

Kepala Kantor Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Drs. Moh. Nasir Aituarauw, M.Si dalam laporannya mengatakan, sesuai arah kebijakan pembangunan daerah, sebagaimana termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2011-2015, dimana pembangunan infra struktur dilakukan secara sektoral dalam kerangka pengembangan sektor ekonomi. Infrastruktur yang dibangun lanjut Aituarauw, harus mampu membuka akses wilayah terutama kemudahan logistic bagi pegembangan ekonomi kawasan secara terpadu.

Lobo sesuai dengan kebijakan pengembangan ekonomi, menjadi salah satu titip pertumbuhan wilayah yang kemudian diikuti dengan pengembangan infrstruktur penunjang. Salah satunya dengan pembangunan dermaga rakyat Kampung Lobo. Diharapkan dermaga ini dapat memacu aktivitas ekonomi di kawasan Lobo dan sekitarnya yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan, menaikkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Lobo danmasyarakat sekitar.

Dijelaskan, proses rancang dermaga rakyat Lobo telah dimulai dari tahun 2011, terutama aspek desainnya. Sedangkan pembangunan konstruksi, baru dimulai pada tahun 2012. Pendekatan pembangunan dermaga rakyat Lobo adalah bangunan permanen yang diharapkan memiliki umur pakai yang lebih lama serta dapat disandari oleh kapal dengan bobot mati 1000 DWT. Secara keseluruhan, aktivitas ekonomi atau bongkar muat yang dapat difasilitasi mencapai 100 ton.

Sumber utama pendanaan pembangunan dermaga rakyat Lobo berasal dari APBD Kabupaten Kaimana, terutama dari Dana Alokasi Umum (DAU), yang dimulai dari tahun anggaran 2012 sampai dengan tahun anggaran 2014. Rincian pembiayannya lanjut Aituarauw, terdiri dari; Tahun 2012 sebesar Rp.2.327.000.000, Tahun Anggaran 2013 sebesar Rp.9.225.000.000, Tahun Anggaran 2014 sebesar Rp.2.633.600.000, sehingga total anggaran pembangunan dermaga rakyat Lobo adalah sebesar Rp.14.215.600.000.

Sementara Bupati Matias Mairuma dalam sambutannya mengatakan, pembangunan dermaga rakyat Lobo dimaksudkan agar hasil produksi masyarakat dari kampung-kampung bisa diangkut menuju pasaran dalam kota. Bupati tegaskan, pembangunan di Kabupaten Kaimana harus menyentuh kepentingan orang kampung karena arah pembangunan di Kabupaten Kaimana ini adalah kampung. Mengapa kampung karena masyarakat adalah pemilik pembangunan dan pemilik APBD. Kebijakan pemerintah Kabupaten Kaimana menetapkan titik pertumbuhan agar ekonomi masyarakat lebih baik dan sejahtera.

“Pemerintah menginginkan masyarakat hidup sejahtera. Tetapi persoalan di Papua adalah aksebilitas kita masih terkebelakang. Bagaimana bisa sejahtera kalau masyarakat masih pikul karung kecil ke pasar dengan berhari-hari di jalan. Isi karung harganya berapa?. Bagaimana bisa sejahtera kalau kondisi riilnya seperti ini. Sehingga fakta inilah yang menjadi dasar bagi kami pemerintah daerah menyusun rencana pembangunan. Kaimana butuh pendekatan growing point, harus ada titik yang kita tetapkan menjadi pusat pertumbuhan. Dan hari ini, satu dermaga dari beberapa dermaga yang akan dibangun di titik pertumbuhan, kita resmikan, dengan harapan bisa membawa manfaat bagi masyarakat,” jelas Bupati.

Lebih jauh Bupati katakan, selain dermaga, Pemerintah Daerah juga telah menyiapkan fasilitas transportasi berupa motor roda tiga serta dua unit truk untuk membantu masyarakat mengangkut hasil pertanian menuju dermaga. Selain itu, pembangunan jalan penghubung antar kampung, mulai dari Lobo menuju Wanggatnau, Embarnamba hingga Werua lanjut Bupati, akan terus dilakukan. Bupati juga meminta masyarakat mengawasi proses pembangunan jalan karena pada bulan Juni-Juli mendatang, jalan yang sementara dibangun harus tembus Werua. |ISABELA WISANG

Tinggalkan Balasan