Ilustrasi - Penganiayaan

Periksa Anggota Dewan, Polisi Ajukan Ijin ke Gubernur

BINTUNI, Cahayapapua.com Kasus aksi penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Teluk Bintuni terhadap pejabat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil masih ditangani pihak Kepolisian. Sebanyak dua saksi telah diperiksa, termasuk korban.

Sementara pelaku belum diperiksa, karena masih menunggu ijin yang dikeluarkan oleh Gubernur Papua Barat. Hal ini diungkapkan Kapolres Teluk Bintuni, SKBP. Hary Supriyono saat dikonfirmasi di ruang kerjanya belum lama ini.“Yang jelas ada pelapor tetap kita proses tidak peduli siapa. Karena terlapor adalah anggota dewan, maka, kita sudah kirim ijinnya ke Gubernur melalui Polda. Ini kan jalan dan tetap kita proses,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, AKP.Braiel Rondonuwu menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap pelaku masih menunggu ijin dari Gubernur. Menurutnya kasus pemukulan yang terjadi pada 2 Februari lalu di Kantor Disdukcapil dilakukan oleh pelaku secara spontan.

Hingga saat ini belum ada kesepakatan damai dari kedua belah pihak, bahkan laporan polisi pun belum dicabut oleh korban.“Kalau ada upaya untuk mediasi maka silahkan kedua belah pihak, tugas kita untuk melaksanakan proses itu saja,”terangnya.

Sebelumnya Kabid Catatan Sipil, Fredrik Paduai selaku korban menegaskan bahwa pihaknya menginginkan kasus tersebut diproses secara hukum. Meskipun pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kepada masyarakat sudah kembali berjalan normal pasca kejadian tersebut. |ARI MURTI

Tinggalkan Balasan