Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Teluk Bintuni, Simon S. Papa
Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Teluk Bintuni, Simon S. Papa

Perindagkop Bina Koperasi Baru Penyuplai Bama ke Tangguh LNG

BINTUNI, Cahayapapua.com— Kebijakan Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw untuk memperbanyak koperasi pemasok bahan makanan ke Tangguh LNG disambut Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM setempat.

Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Teluk Bintuni Simon S. Papa, Senin (31/10), mengatakan akan memberikan pendampingan kepada koperasi baru sebagai upaya teknis menjalankan kebijakan kepala daerah.

Simon mengatakan semakin banyak koperasi yang bersaing menjadi pemasok bahan makanan maka kemungkinan penguasaan harga oleh koperasi tertentu bisa ditekan. Dengan begitu kerjasama harga antar Pemda dengan Tangguh LNG juga bisa berjalan.

Saat ini terdapat 5 koperasi di Teluk Bintuni seperti di Kota Bintuni (Koperasi Bintuni Mandiri), Distrik Babo, Saengga dan Weriagar yang menyalurkan bahan makanan ke Tangguh LNG.

Sebagian koperasi  merupakan binaan langsung Tangguh LNG. Mereka bergerak sebagai penyuplai ikan, sayur dan bahan pokok lainnya. “Yang binaan BP Tangguh koperasinya berasal dari distrik di daerah DAV. Semua terdaftar dan justru yang banyak berjalan di daerah itu,” katanya.

Sebelumnya Petrus Kasihiw menegaskan akan menertibkan koperasi pemasok sayur mayur dan lauk pauk ke Tangguh LNG. Penertiban ini bertujuan untuk pemerataan dan memberikan kesempatan kepada seluruh petani baik orang asli Papua maupun masyarakat nusantara di Bintuni supaya mereka dapat diberdayakan.

“Saya sedang melakukan evaluasi ulang terhadap apa yang telah terjadi waktu-waktu lalu, karena ada keluhan petani bahwa ada yang monopoli sehingga ini harus kita hilangkan,” kata kata bupati.

Menurut bupati semakin banyak koperasi semakin baik, karena akan ada persaingan yang sehat untuk menyalurkan hasil pertanian yang memenuhi kriteria perusahaan. “Jangan hanya satu koperasi, harus lebih banyak yang kita berdayakan supaya ada persaingan agar mereka mampu mnyalurkan hasil pertanian ke LNG,” ujar bupati. (ART)

Tinggalkan Balasan