Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan saat meninjau lokasi tempat perpanjangan landasan pacu Bandara Rendani Manokwari kemarin .

Perluasan Bandara Rendani Dimulai 2017

MANOKWARI, Cahayapapua.com—-  Pemerintah Kabupaten Manokwari memastikan akan menginformasikan rencana perpanjangan landacan pacu Bandar Udara Rendani Manokwari kepada masyarakat yang bakal menjadi korban dari perluasan bandara. Masyarakat yang terkena dampak perluasan tersebut, juga dipastikan akan mendapat ganti rugi yang mulai dilakukan awal tahun 2017 sesuai dengan nilai jual objek pajak atau NJOP.

Penegasan ini disampaikan Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan disela-sela kunjungannya memantau langsung titik-titik perluasan Bandara Rendani, Jumat (19/8). Dalam pemantauan tersebut, bupati ditemani Ketua DPRD Manokwari Dedy Subrata May, kepala kantor pertanahan serta pihak konsultan.

Bupati memantau titik-titik rencana perpanjangan mulai dari ujung landasan pacu yang berbatasan dengan Kali Rendani, kemudian ke Balai Benih Ikan (BBI) Perikanan Manokwari, titik akhir dari rencana perpanjangan.

Demas mengatakan, pemerintah akan melakukan sosialiasi atau menginformasikan langsung detil perpanjangan Bandara Rendani kepada masyarakat di sekitar Bandara Rendani, setelah selesai melakukan pengukuran lokasi-lokasi yang masuk dalam rencana perpanjangan.

Pengukuran detil menurut Demas akan mulai dilakukan Sabtu hari ini bersama tim yang telah dibentuk serta pihak Bandara Rendani, Pertanahan Manokwari serta konsultan yang telah ditunjuk.

“Nanti dari hasil pengukuran besok baru kita inventarisir bangunan yang tanah yang ada dalam lokasi, sehingga kami juga bisa mengetahui nilai yang harus dibayarkan oleh Pemda,” ucap bupati. “Mau tidak mau kita akan tetap bayar (ganti rugi) tapi kita sesuaikan lagi dengan NJOP,” ujar bupati menambahkan.

Bupati memastikan bahwa seluruh rumah dan lahan warga yang masuk dalam rencana perluasan bandara akan mendapat ganti rugi sesuai dengan kemampuan anggaran Pemda Manokwari. Penganggaran untuk membayar ganti rugi akan dilakukan dalam tahun anggaran 2017 dan 2018. Tahap pertama akan dilakukan pada tahun 2017.

Pembebasan lahan warga yang terkena dampak perluasan dalam rencana awal akan dilakukan mulai daerah lokasi terdekat bandara hingga jalan lorong pertama dari arah bandara yang tembus ke Jalan Esau Sesa atau biasa dikenal dengan polisi tidur 13.

Bupati mengatakan sudah memikirkan bahwa warga yang berada di lokasi perpanjangan bandara akan menjadi dampak perluasan tersebut namun ia menyatakan bahwa perluasan tersebut juga akan bermanfaat untuk masyarakat.

“Saya kira dampak dari pembangunan hanya ada dua, yaitu dampak positif dan dampak negatif, dan pasti ada masyarakat yang menerima dan ada yang tidak menerima. Namun ini adalah program pembangunan yang harus kami lakukan dan kami juga akan minta tanggapan masyarakat,” tegasnya.

Perpanjangan landasan pacu Bandara Rendani Manokwari akan tetap seperti rencana semula yakni menambah 700 meter, juga perluasan hingga 250 meter.

Menurut bupati dengan luas seperti itu Bandara Manokwari ditargetkan mampu didarati pesawat berbadan lebar.

Selain rencana terdekat membebaskan lahan hingga batas lokasi tidur 13, dalam jangka menengah pemerintah juga akan membuat jalan menuju bandara melalui laut dan mendirikan Terminal Bandara Rendani yang jauh lebih besar.

Untuk target itu ia mengatakan, “Rumah-rumah di Bandara semua akan bergeser dan terminal akan dibangun dijalan yang ada saat ini di depan Bandara.”

“Tapi terminal belum bisa kami bangun karena kami harus lihat akses jalannya. Jika bandara sudah sudah diperpanjang, maka jembatan yang ada saat ini akan putus dan rencananya jalan akan dibuat melalui laut,” jelas Demas. (ACS)

Tinggalkan Balasan