Peta rencana perpanjangan landasan pacu Bandara Rendani Manokwari yang mencapai luas 175.000 meter per segi.

Perpanjangan Bandara Manokwari Target Rumah Warga dan Jalan

MANOKWARI, Cahayapapua.com—- Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua Barat bersama Konsultan akan segera mensosialisasikan hasil studi Land Acquisition and Resettlemen Action Plan (Larap) atas rencana pengembangan Bandar Udara Rendani Manokwari.

Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Hubkominfo Papua Barat Alfonsius Maryanto mengatakan studi Larap atau akuisisi lahan dan rencana aksi pemukiman sudah selesai dilakukan beberapa waktu lalu.

Meskipun demikian, sejuah ini hasil studi tersebut masih berada di tangan Konsultan. Hasil studi tersebut akan disosialisasikan kepada pemerintah kabupaten Manokwari dan beberapa pemangku kepentingan di daerah ini.

“Hari Jumat depan kami bersama konsultan akan kembali turun lapangan untuk melihat titik -titik yang terkena dampak atas rencana pengembangan ini,” ujarnya.

Studi Larap dilakukan dengan melibatkan konsultan dari Bandung, Jawa Barat. Seluruh hasil studi itu akan disampaikan dalam sosialisasi tersebut.

“Laporan pendahuluan sudah diserahkan ke kami, namun untuk hasil studi secara menyeluruh belum. Sehingga kami pun belum bisa menjelaskan hari ini. Pada sosialisasi nanti konsultan sendiri yang akan memaparkan,” kata dia.

Terkait pengembangan bandara tersebut, saat ini sudah ada desain. Namun desain tersebut masih bersifat sementara dan masih dalam proses review.

“Rencananya landasan pacu bandara tersebut akan diperpanjang dan membutuhkan lahan seluas 700 X 250 meter. Jika hasil studi ini disepakati maka cukup luas lahan yang harus dibebaskan, termasuk upaya relokasi rumah warga di lokasi tersebut,” katanya.

Selain pemukiman, ujarnya, ruas jalan Essau Sesa dan Taman Ria pun akan menerima dampak atas pengembangan bandara ini. Dengan demikian, pemerintah daerah harus segera memikirkan solusi terbaik.

Proses ganti rugi lahan dan bangunan milik masyarakat merupakan kewajiban pemerintah daerah. Hal itu dapat dilakukan setelah sosialisasi hasil studi Larap dilaksanakan.

Menurut dia, proses ganti rugi dan relokasi bisa memakan waktu cukup lama antara satu hingga dua tahun. Dari pengalaman selama ini, banyak faktor yang akan ditemui selama proses tersebut berlangsung.

“Namun kami yakin semua bisa selesai, karena Bupati Manokwari bapak Demas Paulus Madacan punya komitmen yang kuat untuk mengembangkan bandara ini,” kata dia lagi.

Dia berharap, proses ganti rugi dan relokasi rumah warga berlangsung lancar, sehingga perpanjangan runway bandara tersebut secepatnya dilakukan. (IBN)

 

Tinggalkan Balasan