Komunitas Suka Membaca Manokwari

Perpustakaan KSM Manokwari Masuk Nominasi Terbaik Nasional

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com—- Perpustakaan yang dikelola oleh Komunitas Suka Membaca (KSM) Manokwari, masuk dalam daftar 12 besar Taman Bacaan Masyarakat (TBM) kreatif-rekreatif tingkat nasional. Prestasi ini cukup membanggakan ditengah minimnya dukungan pemerintah terhadap inisiatif masyarakat yang mendorong perubahan lewat gerakan literasi.

Pengurus Pusat Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Indonesia, Faiz Ahsoul kepada Cahaya Papua, Kamis pekan lalu menjelaskan bahwa nominasi perpustakaan kreatif rekreatif nasional ini bukan sebuah lomba.

“Ini adalah penghargaan pemerintah kepada TBM yang mengelola perpustakaan dengan cara yang kreatif,” jelasnya.

Penilaian dilakukan terhadap 3 atau 4 TBM terbaik di masing-masing provinsi sebelum disaring menjadi 12 TBM. KSM Manokwari lolos setelah setahun belakangan dipantau aktivitasnya oleh pengurus pusat FTBM.

Faiz mengakui bahwa meski KSM Manokwari bergerak dengan fasilitas dan anggota yang masih minim, namun pengelolaannya cukup kreatif. Inilah yang membuat KSM mampu membawa Manokwari lolos sampai 12 besar. “Ini cukup membanggakan,” ujarnya.

Tak ada standarisasi tertentu dalam penilaian. Alasannya karena setiap daerah memiliki kesulitan dan karakteristik yang berbeda dalam mengelola perpustakaan atau taman baca. Nantinya nominasi ini akan mengerucut lagi menjadi 6 besar.

Komunitas Suka Membaca didirikan pada 20 April 2013 lalu atas keprihatinan seorang pegawai negeri sipil Pemprov Papua Barat, David A.N.Pasaribu — akrab disapa Dave– terhadap rendahnya minat baca generasi muda Manokwari.

Kehadirannya komunitas ini ternyata mendapat respon yang cukup baik dari warga sekitar terutama kaum muda dan mahasiswa. Setelah mengorganisir KSM, berbekal buku-buku dari perpustakaan pribadinya, Dave kemudian menyulap rumahnya di perumahan Bumi Marina Asri Blok B nomor 17, Manokwari menjadi sekretariat sekaligus perpustakaan.

Selain membuka layanan perpustakaan yang bisa diakses oleh masyarakat umum, KSM juga menggalang dukungan dan anggota lewat sejumlah kegiatan semisal lomba puisi, penulisan cerpen, hiburan musik dan peminjaman buku gratis. Fasilitas perpustakaan juga dilengkapi fasilitas internet gratis.

Dave yang ditemui disela-sela kesibukannya bersama anggota KSM untuk menggelar kegiatan bertajuk “Pengenalan Tentang Literasi dan Open Rekrutmen Pegiat Literasi Manokwari”, menjelaskan bahwa sejauh ini anggota KSM sebanyak 50 orang.

“Mereka cukup berperan aktif dalam mengelola komunitas maupun perpustakaan. Sayangnya dukungan pemerintah sangat minim,” katanya. |RIO CHRISTO