Mahasiswa Thailand bermain sepak bola dengan gajah di sekolah di provinsi Ayutthaya, Thailand, 9 Juni 2014. REUTERS/Chaiwat Subprasom

Persebaya, Asal Mula Sepak Bola Gajah

CAHAYAPAPUA.com– Istilah sepak bola gajah kembali populer setelah PSS Sleman dan PSIS Semarang mencetak 5 gol bunuh diri saat keduanya bertemu di babak 8 besar Divisi Utama Liga Super Indonesia, Ahad lalu.

Dalam laga tersebut, PSIS Semarang mencetak 2 gol bunuh diri. Melihat itu, PSS Sleman tak mau kalah: mereka 3 kali melakukan harakiri. Kedua tim berlomba mencari kekalahan!

Aksi memalukan ini terjadi karena PSS Sleman dan PSIS Semarang tak ingin menjadi juara Grup N, sehingga mereka tak harus menghadapi Borneo FC yang menjadi runner up Grup P.

Sebab, sesuai aturan, juara Grup N harus berhadapan dengan runner up Grup P, yakni Borneo FC. Yang belum jelas adalah kenapa PSS Sleman dan PSIS Semarang begitu takut menghadapi Borneo FC.

Komisi Disiplin PSSI kemudian mendiskualifikasi PSS Sleman dan PSIS Semarang. Kedua tim dianggap melakukan sepak bola gajah dan mengabaikan peraturan fair play.

Dalam sejarah sepak bola Indonesia, ini bukan pertama kalinya sepak bola gajah terjadi. Istilah sepak bola gajah pertama kali mencuat pada 21 Februari 1988, ketika Persebaya Surabaya ditekuk 0-12 oleh Persipura.

Saat itu, Persebaya sengaja mengalah untuk menjegal PSIS Semarang lolos ke babak semifinal. Syaratnya, Persebaya harus kalah dengan skor minimal 0-4.

Di luar dugaan, Persebaya mambiarkan gawangnya dibobol hingga 12 kali. Cara memalukan ini dilakukan Persebaya untuk membalas sakit hati mereka terhadap PSIS Semarang.

Setahun sebelumnya, PSIS Semarang mengandaskan impian Persebaya lolos ke partai final setelah dianggap mengalah dari PSM Makassar. Dendam inilah yang dibalas Persebaya.

Dari pertandingan ini kemudian muncul istilah sepak bola gajah. Istilah ini, antara lain, lahir karena pertandingan Persebaya kontra Persipura itu dipimpin wasit yang berasal dari Lampung, tempat gajah-gajah bisa bermain bola.

Selain itu, istilah sepak bola gajah juga dipakai karena dalam pertandingan sepak bola gajah yang sesungguhnya –antara lain di Lampung, gajah-gajah tak tahu kemana harus mencetak gol. Mereka sepenuhnya dikendalikan pawang.

Istilah sepak bola gajah kemudian dilekatkan untuk pertandingan sepak bola yang kedua timnya saling berebut untuk kalah, seperti yang terjadi antara PSS Sleman dengan PSIS Semarang. |SUMBER: TEMPO.CO

Tinggalkan Balasan