Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw (kanan)

BINTUNI, Cahayapapua.com— Sudah beberapa hari masyarakat Bintuni kota dan sekitarnya tidak mendapat pelayanan listrik 24 jam. Hal ini  sehubungan adanya gangguan jaringan kabel tanah dari LNG Tangguh dan diperparah dengan menipisnya stok BBM untuk PLTD.

Menurut Manajer PLN Rayon Bintuni, Sapri, gangguan yang terjadi pada kabel bawah tanah berlapis-lapis, sehingga sistem kelistrikan Bintuni dan sekitarnya selama beberapa hari kedepan disuplai oleh backup PLTD Kampung Lama, Bintuni Kota.

Namun karena stok BBM untuk PLTD Kampung Lama tidak mencukupi jika melayani normal 24 jam, maka pemadaman pun terpaksa dilakukan.

“Kami infokan bahwa PLN akan melakukan pemadaman secara keseluruhan di sistim kelistrikan Bintuni mulai Besok tanggal 04 Februari 2018 pukul 07.00 s/d 17.00 WIT. Pemadaman dilakukan karena stok BBM solar di tangki PLTD Pemda Kampung lama sudah menipis dan belum datangnya stok BBM dari transportir,” kata Sapri melalui pesan Whatsapp, Sabtu pekan kemarin.

Sementara hasil dari koordinasi  dengan transportir, bahwa BBM solar baru akan di kirim dari Sorong, menggunakan kapal dan diperkirakan tiba di Bintuni Rabu mendatang. Sehingga pemadaman siang hari tetap berlanjut hingga BBM ada.

“Kami segenap manajemen PT PLN (Persero) Rayon Bintuni mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para sahabat PLN, pelanggan listrik PLN Rayon Bintuni atas ketidaknyamanan akibat terhentinya suplai listrik untuk sementara waktu,” ucapnya.

Terkait dengan kelistrikan, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Jumat (2/2) pekan lalu telah resmi menyerahkan sepenuhnya ke pihak PLN.

Penyerahan tanggungjawab kelistrikan ditandai dengan penandatanganan berita acara kerjasama Serah Terima Operasi (STO) oleh Bupati Petrus Kasihiw dan Manajer PLN Area Manokwari.

“Dengan resminya dilakukan penandatanganan ini maka terkait masalah kelistrikan, menjadi tanggungjawab PLN, semoga dengan resminya dilakukan penandatanganan ini, mudah -mudahan masalah kelistrikan di Teluk Bintuni mengalami perubahan,” ujar Kasihiw. (art)

Leave a Reply