Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Hasil Sembiring Bersama Bupati Bastian Salabai, Staf Ahli Gubernur Jack Sawaki Dan Kasrem Sorong Mencoba Mesin Pemanen Padi Bantuan Kementan

Pertama Kali Petani Manokwari Pakai Mesin Pemanen Padi

Manokwari, CAHAYAPAPUA.comDirektur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Hasil Sembiring, Kamis (12/11) di Kampung Prafi Mulya, Distrik Prafi menyerahkan secara simbolis alat mesin pertanian (Alsintan) bantuan dari Kementan kepada kelompok tani di Kabupaten Manokwari.

Alsintan yang diserahkan antara lain 40 hand tracktor dan 3 unit tracktor besar, 16 unit gilingan padi, 3 unit mesin pemanen padi, 3 unit pemipil jagung dan 2 unit trasser. Bantuan Alsintan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia.

“Bapak Menteri (Menteri Pertanian Amran Sulaiman) sangat konsen agar produksi petani meningkat. Tahun ini Bapak Menteri beli sekitar 85 ribu Alsintan agar petani kita bisa kuat bersaing di era MEA (masyarakat ekonomi ASEAN), “ ucap Sembiring.

Dia berpesan agar semua peralatan dijaga dan dirawat dengan baik agar bisa bermanfaat untuk waktu yang lama.

Dari semua peralatan yang diserahkan, mesin pemanen padi menjadi yang paling menarik perhatian. Ini merupakan kali pertama petani di Manokwari menggunakan mesin untuk memanen padi sawah. Dengan alat ini, para petani tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu pada saat panen.

“Manokwari yang pertama kali pakai mesin ini untuk seluruh wilayah Papua Barat, kita yang pertama, “ kata Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Manokwari Kukuh Saptoyudo.

Dia menjelaskan, 30 hand tracktor dari total 40 unit yang diserahkan merupakan bantuan langsung dari Mentan Amran Sulaiman. Sementara 10 unit lainnya merupakan bantuan Pemprov Papua Barat.

Ini merupakan realisasi dari janji Menteri Amran sewaktu melakukan audiensi dengan para kepala dinas pertanian tingkat provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia di Jakarta pada awal tahun ini.

“Kita ditarget naik produksi (padi) 15 persen. Pak Menteri bilang kalau naik 15 persen dikasih 30 hand tracktor, “ ungkap Kukuh pada acara yang juga dihadiri Bupati Bastian Salabai, Kasrem 171 PVT Sorong Kolonel Inf. Agus A. Rauf yang mewakili Danrem serta Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Pemerintahan Jack Sawaki.

Bupati Salabai juga berharap bantuan peralatan itu bisa meningkatkan produksi padi, jagung maupun kedelai sehingga bisa berdampak pada membaiknya tingkat kesejahteraan para petani.

“Kalau cuma tiga ini belum cukup karena sawah di sini kan luas. Kami harap mudah-mudahan tahun depan ini (mesin pemanen padi) ada lagi, “ kata salah seorang petani yang mengaku senang bisa mendapatkan bantuan mesin tersebut. | ZACK TONU BALA