Pemberian Obat Anti Kaki Gajah Kepada Warga Kampung   Undurara, Distrik Naikere, Jumat, 28 Oktober 2016
Pemberian Obat Anti Kaki Gajah Kepada Warga Kampung Undurara, Distrik Naikere, Jumat, 28 Oktober 2016

Pertama Kali, Ratusan Warga Undurara Minum Obat  Anti Kaki Gajah

WASIOR, Cahayapapua.com— Warga kampung Undurara, distrik Naikere, Jumat (28/10) lalu menerima obat anti kaki gajah (filariasis). Ini merupakan pertama kalinya warga di pedalaman yang masih terisolir itu minum obat anti penyakit yang menyebabkan pembengkakan permanen pada kaki itu.

“Kita berikan obat ini di sini karena dulu pertama kita dapat satu orang penderita (kaki gajah), “ ujar Kepala Bidang P2M Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama Hanok Waprak di Undurara yang melakukan pemberian obat filariasis.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian  pelayanan gereja oleh Jemaat GKI Yohanes Paulus Kaibi-Ramiki dalam rangka peresmian gereja baru di Undurara.

Selain warga Undurara, sejumlah warga kampung Urere yang datang untuk mengikuti peresmian gereja di Undurara juga diberikan obat anti kaki gajah.

“Jumlah keseluruhan ada 180 orang termasuk dari Urere, “ jelas Waprak yang harus menggunakan penerjemah untuk menerangkan pentingnya minum obat anti kaki gajah kepada warga setempat.

Dari data yang diambil Dinas Kesehatan, warga Undurara dan umumnya masyarakat di pedalaman Naikere mengidap penyakit kulit. Kasus yang paling sering ditemukan adalah penyakit kulit semacam kadas yang membuat kulit menjadi terkelupas dan bersisik yang dalam bahasa lokal dikenal dengan istilah kaskadu.

“Ini karena pola hidup masyarakat yang kurang bersih.  Mereka jalan kaki kena becek, tidak dibersihkan langsung tidur. Juga jarang cuci tangan dan mandi. Kami sudah kasih contoh bagaimana cuci tangan dengan sabun tapi mungkin karena kebiasaan jadi susah merubah, “ tutur Waprak.

Sampai sekarang ini di kampung Undurara sendiri belum ada fasilitas kesehatan. Layanan kesehatan baru dirasakan masyarakat ketika ada kunjungan tim kesehatan dari Wasior.

Selama ini yang banyak melakukan kegiatan pelayanan kesehatan justru dari pihak gereja. Ketika melakukan pelayanan rohani ke wilayah pedalaman Naikere menggunakan helicopter sewaan, selalu ada petugas medis yang dibawa serta.

“Kami sudah rencanakan tahun depan bangun Pustu di Undurara, “ pungkas Waprak. Bupati Bernadus Imburi pada saat meresmikan gereja setempat juga telah menginstruksikan Dinas Kesehatan agar menyiapkan fasilitas kesehatan di Undurara. (BRV)

 

Tinggalkan Balasan