Sekda Papua Barat Nataniel D. Mandacan. |Dokumentasi CAHAYAPAPUA.com

Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat Belum Berpihak pada Petani

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Sekda Papua Barat Nataniel Mandacan mengatakan sampai saat ini pertumbuhan ekonomi Papua Barat belum berpihak kepada kalangan petani. Meskipun jumlahnya sangat banyak, tetapi berpenghasilan terkecil.

Peryataan ini disampaikan Sekda Nataniel saat melakukan pertemuan tahunan dengan Bank Indonesia (BI), Selasa (13/1/2015), di Aston Niu Hotel Manokwari.

Nataniel menjelaskan, bisa dilihat dari kondisi perkembangan ekonomi Papua Barat selama tiga tahun terakhir belum cukup seimbang dan stabil, khususnya pada lapangan usaha petani.

“Tiga tahun provinsi ini saya melihat pertumbuhan ekonomi kita jika diukur berdasarkan 9 lapangan usaha dalam PDRB, capain dari tahun ketahun belum seimbang dan stabil, terutama lapangan usaha pertanian yang lebih besar digeluti masyarakat kecil. Jika dengan migas mungkin cukup menggembirakan, tapi untuk petani yang jumlahnya hampir 90% belum cukup menggembirakan,” katanya.

PDRB Papua Barat menunjukan pada tahun 2012 tanpa migas 7,21%. Dengan migas 15,84%. Tahun 2013 tanpa migas 7,83%. Dengan migas turun menjadi 11,26%. Ditahun 2013 triwulan ketiga tanpa migas 6,39%. Dengan migas 6,13%. Dari sini jelas, pertumbuhan ekonomi rakyat kecil tidak tumbuh karena tanpa migas PDRB kecil.

Nataniel mengatakan, sumbangan lapangan usaha kecil tetap tidak mampu menyumbang persentase PDRB yang lebih besar. Ini juga nampak dalam 9 sektor lapangan usaha, sektor pertanian memiliki porsi penghasilan paling kecil yakni hanya 0,08% dari semua sektor usaha seperti sektor industri pengolahan yang mencapai 3,09%.

Kondisi ini kata Nataniel menuntut seluruh pemangku kepentingan untuk sama-sama bekerja keras. Dan Pemprov Papua Barat mendukung ekonomi masyarakat kecil. Pemprov akan fokus untuk membangun infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, membuka isolasi daerah. Ini dibuktikan telah terbangunan enam ruas jalan trans Papua Barat yang sudah selesai dibangun atas kerjasama pemprov, pemkab dan pemerintah pusat. Ini semua untuk mempermudah transaksi ekonomi terutama masyarakat kecil. |DINA RIANTI

Tinggalkan Balasan