Frasiskus Kosamah (keempat dari kanan) dalam pembukaan Musyawarah Komisariat Daerah ke 1 Pemuda Katolik Papua Barat, kemarin. (Foto: CAHAYA PAPUA/Adith Setyawan)

Pesan Gubernur untuk Ormas Pemuda Katolik

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com —–  Pemuda Katolik Republik Indonesia Papua Barat, Jumat, (24/4/2015), menggelar Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) I. Gubernur berharap, pemuda katolik terus hidup dan berkarya untuk kemaslahatan organisasi dan masyarakat Papua Barat.

Asisten III Setda Papua Barat Fransiskus Kosamah, saat membacakan sambutan gubernur Papua Barat, Abraham O. Atururi dalam pembukaan kegiatan ini mengatakan, pemuda katolik merupakan  organisasi kemasyarakatan, organisasi kader serta pemuda yang berfungsi untuk pembinaan dan perjuangan yang diakui keberadaanya oleh Gereja dan Negara.

“Perlu ditekankan Pemuda Katolik bukanlah organisasi politik melainkan organisasi kemasyarakatan (Ormas), secara organisasi harus independen. konsekuensinya tidak memiliki garis afilasi ke lembaga public atau partai politik manapun,” sebut Kosamah.

Meski demikian, bukan berarti hal itu membatasi pemuda khatolik secara personal untuk untuk bergabung pada lembaga public maupun  partai politik. “Asal jangan mengatasnamakan organisasi, melainkan bergerak atas nama pribadi,”imbuhnya

Sementara Ketua Umum Pemuda Katolik Republik Indonesia, Agustinus T mengatakan, Muskomda bertujuan untuk konsolidasi dan penataan organisasi sekaligus memilih ketua yang baru. Ia mengingatkan seluruh kader untuk memegang teguh  nilai kejujuran dan melayani.

Vitalis Yumte yang hadir sebagai Senior  pemuda khatolik juga mengatakan, sebagai kader muda dan calon pemimpin, pemuda khatolik dituntut bisa menjadi pemimpin sejati yang berproses secara baik. |ADITH SETYAWAN