Penutupan Pelatihan Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di Papua Barat.

Peserta diharap terapkan ilmu di lingkungan kerja

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Staf ahli Gubernur Papua Barat bidang Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah, Roberth R.A Rumbekwan mengharapkan peserta Pelatihan Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Papua Barat, tetap termotivasi sepulangnya dari mengikuti pelatihan manajemen ASN.

“Seperti diutarakan  perwakilan peseta dalam pesan dan kesannya, saudara dalam mengikuti pelatihan sudah diberikan berbagai materi yang bermafaat. Saya harap motivasi itu dipertahankan dan diterapkan di lingkungan kerja masing – masing,” kata Rumbekwan pada penutupan Pelatihan Manajemen ASN, Jumat (25/8) sore.

Rumbekwan saat membacakan sambutan Gubernur Papua Barat, menyampaikan, tujuan dari pelatihan ini pada dasarnya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, wawasan serta kemampuan ASN khususnya pengelola kepegawaian.

“Ini bagian dari terwujudnya ASN yang profesional sebagai penggerak utama keberhasilan pembangunan nasional melalui pelaksanaan reformasi birokrasi,” ujarnya.

Ia juga memaparkan soa kaidah yang terkandung dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Pertama, memantapkan aparatur sebagai abdi negara yang melayani kepentingan publik sehingga diperlukan birokrat yang profesional dan berintegritas serta berkopetensi dibidangnya.

Kedua, identiknya birokrat yang bekerja untuk kepentingan politik. Kedua hal itu dinilai menjadi daya dorong untuk melakukan perubahan terhadap tatanan birokrasi melalui UU ASN yaitu perubahan dalam sistem, manajemen, rekruitmen, dan budaya pegawain negeri sipil.

“Saya harapkan peserta pahami kompetensi di bidang manajemen kepegawaian serta mengaplikasikannya dengan memberikan pelayanan  yang baik kepada masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan Charles Suriyanto dalam laporannya, mengatakan, pelatihan manajemen ASN di lingkup Pemprov Papua Barat diikuti 30 peserta. Semua peserta aktif hingga selesai kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 21 Agustus 2017.

“Pelatihan ini melibatkan tenaga pengajar dari Pusat Pengembangan ASN BKN Jakarta, kantor Regional BKN XIV Manokwari dan pejabat struktural dari lingkungan Pemprov Papua Barat. Hasilnya semua peserta berhak mendapat sertifikat sebagai bukti telah mengikuti pelatihan tersebut,” tutupnya. (cr79)

 

Tinggalkan Balasan