Bupati Kaimana Drs. Matias Mairuma.
Bupati Kaimana Drs. Matias Mairuma.

Pesparawi Bakal Diundur Oktober

KAIMANA, Cahayapapua.com— Bupati Kaimana Drs. Matias Mairuma mengatakan, penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) yang sedianya akan dilaksanakan pada Juni 2017, kemungkinan besar diundur pada bulan Oktober tahun yang sama. Rencana pengunduran jadwal pelaksanaan dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi geografis Kaimana jika dilaksanakan pada bulan Juni/Juli, sekaligus memberi kesempatan kepada peserta menikmati wisata Teluk Triton.

Bupati menyampaikan ini saat bertemu wartawan di Bandara Utarom Kaimana, Rabu (2/11/2016). Menurut Bupati, rencana penundaan ini mengemuka setelah adanya masukan dan saran dari beberapa daerah yang melakukan komunikasi intens dengan Pemda Kaimana, serta harapan peserta lainnya pada pertemuan penetapan Kaimana sebagai tuan rumah Pesparawi ke-XII Tahun 2017 di Wamena dua tahun lalu.

Namun keputusan penundaan lanjut Bupati, masih menunggu respon dari LPPD dan Pemerintah Provinsi Papua Barat. Dikatakan, saran dan masukan peserta cukup beralasan untuk dipertimbangkan. Pasalnya, pada bulan Juni-Juli kondisi geografis perairan Kaimana kurang baik, selain gelombang tinggi, tiupan angin juga cukup kencang. Sehingga untuk memberikan rasa nyaman kepada para peserta maka tidak ada salahnya kegiatan Pesparawi diundur ke bulan Oktober.

Disisi lain, Bupati juga akui, selain faktor geografis, Pemda Kaimana juga berkeinginan mempromosikan Teluk Triton kepada masyarakat di Tanah Papua. Bupati juga jelaskan, untuk mensukseskan pelaksanaan Pesparawi, akan dilakukan pertemuan dengan dinas pendidikan dan para kepala sekolah terkait penyelenggaraan pendidikan pada bulan tersebut karena waktu belajar siswa akan dihentikan sementara waktu selama 11 hari kegiatan.

“Pantai kita yang terkenal ini Teluk Triton. Kalau pesparawi dilakukan Juni/Juli itu angin dan ombak cukup kuat mereka tentu kurang menikmati keindahan pantai. Kami juga sebetulnya melalui pesparawi ini mau mempromosikan kabupaten ini untuk dikenal oleh seluruh masyarakat di tanah papua. Tetapi keputusan penundaan masih menunggu respon dari LPPD dan Pemerintah Provinsi Papua Barat,” ungkap Bupati. (ISA)

Tinggalkan Balasan