Kontingen Kabupaten Kaimana saat lomba Paduan suara Etnik Inkulturatif dalam ajang Pesparawi XII.

Pesparawi XII dan bakar ikan massal dorong sektor pariwisata Kaimana

KAIMANA, Cahayapapua.com— Kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi se-Tanah Papua ke XII yang dilaksanakan di Kabupaten Kaimana dan pegelaran jamuan kasih bakar ikan bersama melibatkan peserta dari seluruh kabupaten/kota, memiliki daya tarik tersendiri yang dapat menunjang pertumbuhan sektor pariwisata. Melalui kegiatan Pesparawi, diharapkan potensi pariwisata di Tanah Papua bisa diexplore lebih maksimal lagi.

Suasana bakar ikan bersama di Pantai Bantemi.

Demikian Diana Tikupasang, Kepala Bidang Promosi Pameran Kementerian Pariwisata RI, saat hadir dalam acara Jamuan Kasih Bakar Ikan 30 Ton dan Kuliner Khas Kaimana yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kaimana bersama Peserta Pesparawi XII se-Tanah Papua bertempat di Pantai Bantemi Kaimana, Minggu (17/9).

Dikatakan, dilihat dari segi pariwisata, pelaksanaan Pesparawi yang dirangkai dengan kegiatan lain seperti bakar ikan bersama, pameran atau lainnya, sangat menunjang pencapaian target pariwisata yang merupakan salah satu program Kementerian Pariwisata RI di tahun ini. Untuk itu, Diana menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kaimana dan Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat yang telah mempertemukan 42 kabupaten/kota dalam satu even kebersamaan yakni Pesparawi.

Melalui even ini lanjutnya, peserta Pesparawi bisa melihat langsung keindahan alam yang ada di daerah tuan rumah. Selain itu lanjut Diana, Pesparawi juga akan menjadi daya tarik pariwisata bagi turis untuk dapat berkunjung. “Melalui Pesparawi, peserta bisa melihat langsung keindahan di Kabupaten Kaimana. Kegiatan ini juga merupakan salah satu daya tarik pariwisata sehingga orang asing atau turis dapat berkunjung,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Bupati Kaimana Matias Mairuma mengatakan, bakar ikan bersama yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kaimana adalah bagian dari filosofi rumah Sirosa, titipan leluhur kepada setiap generasi  di tanah ini. Bahwa rumah sirosa, merupakan tempat berkumpul semua orang untuk berbagai keperluan maupun penyelesaian masalah, termasuk makan bersama, yang hari ini dilaksanakan dalam bentuk makan ikan bakar bersama.

“Makanya ada rumah panggung disini. Ini merupakan penjabaran dari sebuah filosofi Sirosa. Sebagai tuan rumah, kami mengajak seluruh peserta Pesparawi untuk berada di tempat ini, bersama-sama menikmati makanan khas orang pantai yakni ikan, ditemani sagu yang disajikan dalam bentuk sinoli dan tombi. Kami berharap seluruh tamu bisa menikmati apa yang tuan rumah siapkan untuk memupuk rasa kebersamaan dan persaudaraan,” pungkas Bupati Mairuma. (isa)

Tinggalkan Balasan