Minus Jowen (tengah). | CAHAYAPAPUA.com | Toyib

Petani Plasma Ancam Tak Serahkan 10 % Hasil Panen Kepada Pemda 

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—- Fraksi Demokrasi Indonesia Bersatu kecewa terhadap sikap Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Manokwari. Pasalnya, TAPD tidak mengakomodir program penanaman dan pemeliharaan perkebunan kelapa sawit rakyat dalam struktur APBD Manokwari tahun anggaran 2015.

Anggota Fraksi Demokrasi Indonesia Bersatu, Minus Yowen mengatakan, awalnya usulan itu terakomodir dalam dokumen Kebijakan Umum  Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2015. Namun, rupanya kegiatan yang ia ajukan dicoret dan tidak tercantum dalam dokumen RAPBD.

Mengungkapkan kekesalannya Sabtu pekan lalu ia tidak mengikuti jalannya sidang Paripurna ke 6 masa sidang ke 1 DPRD Manokwari dalam agenda pandangan akhir fraksi, penetapan serta pengesahan Dokumen RAPBD Kabupaten Manokwari tahun 2015.

“Tidak banyak program yang saya usulkan hanya senilai 420 juta. Itu untuk menindak lanjuti program penanaman dan pemeliharaan tanaman kelapa sawit milik warga di Distrik Prafi dan Masni,” sebutnya.

Tahun ini lanjut Yowen, Pemkab Manokwari ditarget untuk memenuhi pendapatan sebesar 1 triliun 6 miliar lebih. Semestinya Pemkab memaksimalkan pengelolaam potensi daerah untuk peraub Pendatapan Asli Daerah (PAD) yang lebih besar. “Usulan kami berpotensi untuk menyumbang PAD yang signifikan,”imbuhnya

Sejak 2009, petani plasma menyumbangkan 10% penghasilan mereka kepada pemerintah daerah sebagai PAD. Salah satu sektor perkebunan rakyat ini, rata-rata menyumbang Rp 12 juta setiap penjualan. Yowen menyayangkan sikap TAPD dan Bupati Manokwari, sebab keduanya tidak serius melihat potensi perkebunan kelapa sawit dalam peningkatan PAD.

Masyarakat Kampung Jowen, pemilik areal perkebunan kelapa sawit seluas 125 hektar itu kata Yowen berharap usulan itu dapat dikabulkan dalam APBD. “Jika tidak mereka mengancam, tidak akan menyetor 10% dari hasil penjualan kelapa sawit mereka kepada pemerintah,” kata Yowen |RIZALDY

Tinggalkan Balasan