Ilustrasi tinju. Foto: Ist

Petinju Putri Papua Barat Tumpuan Indonesia di Kejuaraan Dunia

CAHAYAPAPUA.com– Petinju putri Papua Barat, Kristina Jembay, menjadi salah satu tumpuan harapan Indonesia pada Kejuaraan Tinju Dunia Putri di Jeju, Korea Selatan, 13-25 November. Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina) menargetkan minimal meraih medali perunggu pada kejuaraan ini

Sekjen PP Pertina Martines Dos Santos, saat dihubungi dari Makassar, Minggu (2/11), mengatakan peluang para petinju Timnas masih cukup terbuka meski akan menghadapi para petinju terbaik dari sejumlah negara seperti Tiongkok, Kazakstan, Uzbekistan serta Korea Selatan yang tampil sebagai tuan rumah.

“Kami berharap bisa merebut medali perunggu pada ajang ini. Meski bukan perkara muda namun peluang kita tetap terbuka,” jelasnya.

Selain Kritina yang akan bertarung di kelas 57 Kg, demi merebut medali perunggu, PP Pertina berharap banyak pada petinju putri terbaik Indonesia lainnya yakni Beatrik Suguro (kelas 48 kg), Noberta (kelas 54 kg).

Sementara satu petinju lain yakni Novita Sinadia (kelas 51 kg) asal DKI Jakarta batal diturunkan karena belum cukup umur. Syarat untuk ikut kejuaraan ini minimal berusia 19 tahun.

“Hanya tiga yang akan kami turunkan karena Novita ternyata tidak memenuhi persyaratan umur seperti yang telah ditetapkan penyelenggara. Mudah-mudahan seluruh atlet bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya disana,” katanya.

Keterlibatan para petinju pelatnas putri di Kejuaraan Korea Selatan membuat mereka dipastikan tidak akan berpartisipasi pada kejuaraan nasional tinju elite di Lapangan Karebosi Makassar, Sulsel, 3-9 November 2014.

Namun untuk petinju pelatnas SEA Games putra, kata dia, tetap diturunkan pada ajang tersebut karena memang tidak memiliki agenda mengikuti try out.

Petinju putra tersebut yakni Kornelis Kwangu (Bali/kelas 49 kg), Aldom Suguro (DKI Jakarta/kelas 52 kg), Rafli Langi (DKI Jakarta/kelas 56 kg), Farrand Papendang (Papua Barat/kelas 60 kg), Vinky Montolalu (DKI Jakarta/kelas 64 kg), dan Kristianus Nong Sedo asal Kaltim di kelas 75 kg putra.

Ketua Bidang Pelatnas PP Pertina John Amanupunyo, menyatakan keterlibatan tim putri menjadi ajang pemanasan bagi atlet sebelum berlaga di SEA Games Singapura 2015 dan babak kualifikasi Olimpiade.

Keikutsertaan para petinju putri di Kejuaraan Dunia Putri 2014 itu diharapkan semakin menambah pengalaman dan motivasi atlet. Hal itu, menurut dia, merupakan hal yang penting demi menjaga peluang meraih prestasi pada saat tampil di ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

“Kejuaraan ini akan diikuti para petinju terbaik dari seluruh dunia. Ketiga atlet juga telah mengalami peningkatan kemampuan yang cukup baik sehingga tetap kita harapkan bisa meraih prestasi maksimal,” ujarnya. |ANTARA

2 comments

  1. / Satu lagi putra bangsa yang mkrahgnumean nama bangsa di tingkat dunia melalui olah raga ..walaupun bukan saya yang beraksi di ring dan memenangkan pertandingan, saya merasakan bangga yang sangat ..Bravo, Chris !

  2. Ikuttt berbangga….:)
    Majju terus… GBU

Tinggalkan Balasan