ILUSTRASI

Petrus Kasihiw – Matret Kokop Kembali Ajukan Gugatan ke MK

BINTUNI , Cahayapapua.com-Pasangan Calon Bupati Teluk Bintuni nomor urut dua, Ir. Petrus Kasihiw – Matret Kokop kembali mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) RI. Ini dilakukan menyikapi proses pemungutan suara ulang sistem noken atau kesepakatan adat di TPS 1 Kampung Moyeba, Distrik Moskona Utara. “Kami hanya berpatokan pada keputusan MK saja,” ungkap Petrus Kasihiw melalui pesan singkat, Senin (28/3/2016) lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, hasil pilkada ulang di TPS 1 Kampung Moyeba, paslon nomor urut satu, Agustinus Manibuy – Rahman Urbun (AMAN) peroleh nol suara, paslon nomor urut dua Petrus Kasihiw – Matret Kokop juga memperoleh nol suara. Sementara paslon nomor urut tiga Daniel Asmorom – Yohanis Manibuy (Garuda) memperoleh 534 suara.

Menurut Pit, jika sistem noken diakui maka seharusnya juga mengakomodir semua warga yang mempunyai hak pilih. Selain itu kesepakatan adat tersebut harusnya disepakati oleh seluruh masyarakat yang ada di Moyeba.“Tapi kalau ada yang tidak sepakat, berarti tidak boleh ada pemaksaan kehendak,” tegasnya.

Terkait hal itu, pihaknya telah melayangkan gugatan ke MK karena dinilai tidak sesuai dengan perintah MK pada putusan sela tanggal 25 Februari lalu.“Intinya pemungutan suara ulang di Moyeba harus dianulir oleh MK dan menetapkan tiga TPS lain di Distrik Moskona Utara yang masih status a quo untuk kemenangan kami pasangan calon (paslon) nomor urut dua,” tandasnya.

Kepada para simpatisan, Pit mengharapkan tetap tenang dan tidak terpancing dengan aksi maupun isu-isu yang tidak jelas.“Kita terus berdo’a dan dzikir kepada Tuhan agar MK memutuskan yang adil dan benar,” serunya.

Sikapi hasil keputusan MK mendatang, Pit mengaku optimis untuk menang. Meskipun diakui pihaknya kalah dalam pemungutan suara ulang di Moyeba 19 Maret lalu. Masih ada tiga TPS lainnya di Moskona Utara yang diyakini dapat dimenangkan,karena selisih rekapitulasi perhitungan hanya 7 suara. Apa lagi menurutnya dalam amar putusan MK telah jelas menolak eksepsi termohon (KPU Teluk Bintuni).(MRT)

Tinggalkan Balasan