Ilustrasi. Int

PETUGAS KPPS KAMPUNG INI DIDUGA COBLOS RATUSAN SURAT SUARA

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com9 anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KKPS) Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Kampung Snaimboy Distrik Masni, termasuk ketua, ditahan setelah diduga terlibat dalam kecurangan di Pilkada Manokwari, Rabu (9/12).

Mereka ditahan setelah diduga mencoblos 360 surat suara yang bukan hak mereka sebelum pemungutan suara digelar. Akibatnya Pilkada di kampung tersebut batal digelar.

Para panitia yang seharusnya bekerja untuk kepentingan warga ini diduga mencoblos ratusan surat suara tersebut pada dinihari 9 Desember sekitar pukul 02.30 di TPS 01 Snaimboy.

Secara terpisah Kapolres Manokwari, AKBP Johnny Edizzon Isir mengatakan barang bukti 360 surat suara yang telah dicoblos, kotak suara, termasuk sejumlah senjata tajam dari TPS tersebut telah disita sebagai barang bukti.

“Pencoblosan surat suara lebih awal itu tidak boleh, karena itu menghilangkan hak masyarakat. Ini akan kita tindaklanjuti secara hukum,” tegas kapolres.

Kapolres juga menegaskan akan memeriksa anggota kepolisian yang bertugas di TPS tersebut apakah terlibat dalam kasus tersebut atau tidak.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Manokwari, AKP Hengky K Abadi mengatakan 9 anggota KPPS tersebut telah ditahan di Polres Manokwari.

Sementara itu Panwaslu Manokwari menyatakan akan merekomendasikan KPU Manokwari untuk melakukan pemungutan suara ulang pada kampung tersebut.

“Seluruh KPPS beserta anggota TPS akan diganti dan diambilalih oleh PPD Masni,” kata anggota Panwaslu Manokwari Paskalis Borlak.

Selain itu, Paskalis mengatakan pihaknya akan bekerja maksimal untuk membuktikan apakah pelanggaran tersebut masuk dalam pelanggaran Pilkada atau pidana umum.

“Kalau mencoblos mendahului bisa masuk dalam tindak pidana Pemilu dan tindak pidana umum, karena dalam PKPU waktu pemilihan itu jam 07.00 dan berakhir jam 13.00,” jelas mantan ketua Panwaslu Manokwari ini. |ADITH SETYAWAN

Tinggalkan Balasan