Penyerahan DPT kepada tim koalisi masing – masing kandidat pada Pemilukada Kabupaten Sorong oleh KPUD.

Pilgub PB Kian Dekat, Jaga Integritas Pelaksana

RAJA AMPAT, Cahayapapua.com— Ketua Komisi Pemilihan Umum Papua Barat Amus Atkana mendorong ketua dan komisioner KPU kabupaten/kota se Papua Barat, untuk bekerja maksimal menyiapkan pelaksanaan Pilkada serentak di Papua Barat pada 15 Februari 2017.

Pesan ini disampaikan dalam pembukaan Rapat Pimpinan Peman tapan Pilkada se – Papua Barat yang berlangsung di gedung Pari, Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Waisai, Senin (19/12/2016) malam.

Pilkada serentak yang akan digelar di Papua Barat adalah Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Maybrat, Tambrauw dan Kabupaten Sorong, juga Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sorong.

“Pilkada tinggal 56 hari, tidak sampai dua bulan. Waktu tinggal sedikit, kita perlu pacu diri, kerja dengan full (secara penuh),” kata Amus dalam sambutan pembukaan.

Amus menekankan bahwa pelaksananaan Pilkada yang kurang dari 65 hari harus diantisipasi oleh tiap komisioner. Bila perlu menurut mantan ketua KPU Maybrat ini, tiap komisioner menaruh kalender di dalam kamar dan mencoret tanggal yang telah dilalui agar mereka bisa selalu awas dalam menyiapkan Pilkada.

Amus menekankan, tiap komisioner perlu bekerja keras memastikan pelaksanaan Pilkada berjalan demokratis, dan harus memastikan warga yang telah memiliki hak pilih dapat mengikuti pelaksanaan Pilkada. “Pastikan proses demokrasi di Papua Barat berjalan dengan baik.”

Ia juga mengajak seluruh stakeholder termasuk elemen penyelenggara untuk merapatkan barisan dalam mensukseskan Pilkada serentak di Papua Barat.

Terlepas dari itu Amus mengatakan saat ini persiapan menuju Pilkada serentak sudah mencapai 70 persen, tersisa tahapan terpenting salah satunya penyediaan dan distribusi logistik Pilkada. Penyediaan logistik yang dimaksud adalah surat suara, kotak suara dan bilik suara yang sedang berlangsung saat ini.

Ia juga mengingatkan penyelenggara terutama para komisioner KPU agar menjaga integritas dalam menyelenggarakan Pilkada.“Berdiri pada koridor yang benar. Integritas itu dijunjung tinggi, agar penyelenggaraan Pilgub berjalan dengan baik,” kata Amus.

Rapat Pimpinan Pemantapan Pilkada se – Papua Barat diikuti oleh komisioner KPU dari 12 kabupaten dan 1 kota se Papua Barat, termasuk komisioner KPU Papua Barat.

Rapim ini juga dihadiri perwakilan pemerintah daerah, TNI/Polri dan organisasi kemasyarakatan. Plt Sekda Raja Ampat Yusuf Salim tampil membawa sambutan selamat datang mewakili Bupati Raja Ampat Faris Umlati.

Sementara itu, KPUD Kabupaten Sorong menyerahkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) ke Polres, Panwas dan kedua pasangan kandidat yang akan maju dalam Pemilukada Kabupaten Sorong periode 2017 mendatang, Senin (19/12).

Ketua KPUD Kabupaten Sorong, Marthinus Nasarani menegaskan tidak ada perubahan dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) ke DPT. Jumlah DPT Kabupaten Sorong 85.899 pemilih.

Dalam penetapan DPT, kata Martinus Nasarani, KPU telah melakukan pemutakhiran data.  Selain menyerahkan DPT ke pasangan kandidat yang diterima tim koalisi masing-masing kandidat, Ketua KPU juga menjelaskan perihal PKPU No 10 tentang dana kampanye yang harus dipatuhi para kandidat.

“Besaran dana kampanye yang dikeluarkan masing-masing kandidat maksimal Rp40 miliar. Dana yang dilaporkan termasuk sumbangan kampanye yang diterima kandidat dari perseorangan, badan usaha maupun Parpol. Jadi sudah disepakati dengan tim koalisi, Panwas dan calon pasangan besarannya Rp 40 Miliar,” terangnya.

Menanggapi tentang PKPU yang mengatur soal jumlah maksimal dana untuk kampanye masing-masing kandidat, Ketua tim koalisi Bhineka tunggal ika, Slamet, mengatakan siap melaporkan ke KPUD terkait jumlah dana kampanye yang akan dikeluarkan kandidat yang didukungnya. (TNJ/NSR)

Tinggalkan Balasan