MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.comKuasa hukum kandidat bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik dan Abdul Rahman, Yan Christian Warinussy, menilai, putusan PTTUN Makassar yang memenangkan klien dia sebagai langkah korektif terhadap putusan KPU Papua Barat.

“Dari sisi hukum, tindakan dan keputusan KPU Provinsi Papua Barat cenderung menunjukkan sikap arogansi institusional dan arogansi kekuasaan serta melawan hukum yang semuanya itu terjadi semata-mata atas arahan dan supervisi dari KPU RI di Jakarta,” kata Warinussy kepada Cahaya Papua.

Untuk itu, ia mengatakan, akan mengikuti perkembangan sikap KPU Provinsi Papua Barat terhadap putusan PTTUN Makassar. Perkembangan sikap yang ia maksud adalah menunggu apakah KPU Papua Barat mau menerima putusan tersebut atau akan menggunakan haknya untuk melakukan upaya hukum lebih lanjut.

Sebelumnya, Selasa (8/12), Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makassar menunda pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Fakfak satu hari sebelum Pilkada serentak digelar pada 9 Desember kemarin.

Dalam amar putusan, seperti disampaikan Warinussy, PTTUN Makassar mengabulkan permohonan penggugat Donatus Nimbitkendik dan Abdul Rahman sekaligus menyatakan menunda pelaksanaan Keputusan KPU Provinsi Papua Barat Nomor 66/KPTS/KPU.Prov-032/XI/Tahun 2015 tanggal 25 November 2015 hingga ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Dalam keputusan bernomor 66 itu KPU Papua Barat membatalkan Keputusan KPU Fakfak nomor 5 tentang penetapan pasangan calon Pilkada Fakfak tahun 2015 yang didalamnya tidak terdapat nama Donatus Nimbitkendik dan Abdul Rahman, dan menyatakan surat keputusan KPU Fakfak nomor 2 tahun sebagai keputusan yang sah dan mengikat. Dalam keputusan nomor 2 tersebut nama Donatus – Rahman ada.

“Majelis hakim juga menolak eksepsi pihak tergugat, yaitu KPU Provinsi Papua Barat,” kata dia. “Gugatan klien kami juga dikabulkan seluruhnya oleh Majelis Hakim,” tambah Warinussy. “KPU Provinsi Papua Barat selaku tergugat juga dihukum untuk membayar segala biaya yang timbul dalam perkara itu sebesar Rp.480.000.” |DUMA SANDA

Leave a Reply