pilkada-serentak-2015.

PILKADA KAIMANA DAN FAKFAK TERANCAM BATAL

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-– Pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Kaimana dan Fakfak terancam batal digelar 9 Desember mendatang. Hal ini, menyusul persoalan yang terjadi dua kabupaten tersebut.

Ketua Bawaslu Provinsi Papua Barat, Alfredo Ngemelubun, mengatakan, pelaksanaan Pilkada Kaimana terancam, akibat sikap Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) di Kabupaten tersebut, yang belum melaksanakan putusan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Nomor 01/PS/PWSL. KMN. 34.03/VIII/2015 tanggal 07 September 2015.

Putusan itu, lanjut Alfredo, mengharuskan KPU mengakomodir kembali pasangan Matias Mairuma – Ismail Sirfefa (Manis).

“Kalau KPU Kaimana tidak ambil keputusan berarti tidak ada pemilu di Kaimana. Harus ambil keputusan. Bisa ditunda atau KPU-nya dikenakan sanksi lalu, KPU provinsi yang ambil alih,” kata Alfredo, Senin (26/10/2015).

Alfredo menambahkan, menyusul persoalan ini, pasangan “Manis” telah mengajukan permohonan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), KPU Kaimana sebagai termohon. Sidang atas perkara ini akan digelar 30 Oktober mendatang.

Sementara pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Fakfak, terancam batal akibat persoalan internal KPU yang dipengaruhi adanya dualisme lembaga ditubuh Panwaslu di kabupaten tersebut.

KPU Kabupaten Fakfak telah mengikuti sidang yang dilaksanakan DKPP, Sabtu (17/10/2015). Terkait perkara ini DKPP pun telah menjatuhkan putusan, yang berujung pada pemberhentian ketua dan salah satu komisioner KPU Fakfak.

Alfredo menambahkan, menyusul persoalan yang terjadi diwilayah masing-masing, hingga kini, KPU di dua kabupaten itu, belum mencetak alat peraga kampanye untuk pasangan calon.

Anggota Bawaslu Papua Barat, Isak Waramory menambahkan, permasalahan di Kabupaten Kaimana dan Fakfak akan dibahas di tingkat pusat pada 28 Oktober besok.

Isak mengatakan pelaksanaan Pilkada Kaimana, tidak akan terancam jika KPU melaksanakan putusan Panwaslu. “Akibat tidak dilaksanakannya keputusan tersebut maka, semua tahapan itu terganggu. Di daerah lainnya berjalan baik, kami juga belum tahu apa alasan KPU sehingga belum melakasanakan putusan tersebut,” pungkasnya. |RASYID FATAHUDDIN | EDITOR : TOYIBAN