Pilkada Serentak

PILKADA MANOKWARI: Golkar BerkomitmenTak Pungut “Mahar” Politik

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com—– Setelah sempat tertunda karena kisruh internal di level pusat, Partai Golkar Kabupaten Manokwari akhirnya mengambil langkah untuk menjemput kontestasi politik, Pilkada 2015.
Partai berlambang beringin ini akan membuka pendaftaran/penjaringan bakal calon kepala daerah Manokwari mulai Senin, 14 Juni 2015.
Sekretaris Partai Golkar Manokwari Dade Narwawan, mengatakan, proses pendaftaran akan dilakukan di sekretariat Golkar Manokwari, yang beralamat di jalan Percetakan Negara, Sanggeng.
Dade menegaskan bahwa Golkar Manokwari berkomitmen agar proses pendaftaran berlangsung tanpa politik transaksaksional. “Jadi pada saat pendaftaran tidak ada mahar politik, tidak ada biaya yang dipungut dari pendaftar,” tegas Dade Narwawan kepada Cahaya Papua, Jumat, 12 Juni 2015, malam.
Golkar Manokwari mengakui pembukaan pendaftaran bakal calon kepala daerah agak terlambat, jika dibandingkan dengan partai lain yang telah membuka pendaftaran lebih dulu.
Ia mengatakan keterlambatan ini berkaitan dengan konflik Golkar di DPP, antara Kubu Agung Laksono dan Abu Rizal Bakrie. Namun konflik tersebut sudah selesai setelah tercapai islah parsial antara dua kubu tersebut baru-baru ini. “Dengan demikian Golkar sudah siap untuk mengikuti Pilkada,” kata Dade.
Baru-baru ini partai Golkar Manokwari mencetuskan pertemuan dengan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih ——partai pendukung Prabowo Subianto dan Amin Rais dalam Pilpres 2014. Pertemuan yang dihadiri petinggi Golkar, PAN, Gerinda, Demokrat —minus PKS— itu membahas kemungkinan koalisi dalam Pilkada Manokwari.
Sementara itu di Papua, DPD Golkar Papua sedang menggelar uji kelayakan dan kepatutan bagi 38 calon bupati dan calon wakil bupati menjelang Pilkada serentak di daerah itu. Uji kelayakan dan kepatutan akan digelar selama dua hari, 12–13 Juni 2015.
Ketua panitia seleksi pemilihan cabub dan cawabub tingkat provinsi DPD Golkar Papua, George Weyasu, di Jayapura, Jumat, menjelaskan, dari 38 peserta yang mendaftar, delapan pasangan merupakan cabub dan cawabub, dua cawabub independen, dan sisanya cabub.
“Puluhan peserta itu ada yang dari incumben, mantan bupati dan wakil bupati, wakil rakyat, tokoh adat, birokrasi dan bahkan ada calon bupati perempuan. Calon bupati perempuan itu terdaftar dari Keerom dan Nabire,” kata seperti dikutip kantor berita Antara.
Weyasu menyampaikan untuk uji kelayakan dan kepatutan akan menggunakan tiga orang panelis, terdiri dari akademisi, tokoh masyarakat dan utusan dari pengurus Golkar pusat.
“Para panelis itu akan memberikan nilai, bukan memutuskan. Nanti hasilnya akan dibawa ke Rapimsus tingkat pusat untuk dibahas dan diputuskan cabub dan cawabub yang sesuai dengan kriteria, tentunya memenuhi sejumlah persyaratan yang ditentukan,” katanya.| DUMA TATO SANDA| ANTARA