PILKADA MANOKWARI: Golkar, Demokrat, Gerindra dan PAN Jajaki Koalisi

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com—- Pimpinan 4 partai politik di Manokwari diantaranya Golkar, Demokrat, Gerindra dan PAN, mulai menjajaki pembentukan koalisi permanen menghadapi Pilkada.

Meski awalnya, koalisi ini disemangati oleh Koalisi Merah Putih di tingkat pusat— koalisi yang mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai capres RI 2014 lalu— namun di tingkat lokal (Pilkada Manokwari, red) ada gagasan untuk memperluas format koalisi: melibatkan parpol lain.

“Kami lakukan penjajakan dan sudah berdiskusi untuk mencari titik temu. Koalisi ini diharapkan permanen dan memunculkan calon yang bisa didorong bersama-sama,” kata Ketua DPD Partai Golkar Manokwari, Dedy Subrata May dalam konferensi pers bersama pimpinan PAN, Gerindra dan Demokrat, Selasa (10/6) malam di Billy Café Manokwari.

Dedy menyatakan koalisi merupakan sebuah keniscayaan. Alasannya mendasar, tak ada satupun partai politik di Manokwari yang memenuhi perolehan kursi sebesar 20 persen di DPRD—syarat untuk mengajukan pasangan calon.

“Mendorong pasangan calon tidak mungkin dilakukan tanpa melibatkan partai lain. Lagipula koalisi ini juga merupakan arahan langsung dari DPP Golkar,” katanya.

Selain pertimbangan itu, koalisi juga menemukan titik temu soal pentingnya efisiensi anggaran Pilkada. Koalisi berpendapat, semakin sedikit pasangan calon yang maju, maka semakin minimal pula anggaran yang dikeluarkan pemerinta untuk melaksanakan Pilkada.

Itu sebabnya, koalisi didorong untuk mengerucutkan dukungan politik yang secara otomatis juga akan meminimalkan jumlah calon.

Langkah koalisi juga didasarkan pada gagasan mendudukkan kembali fungsi dan peran partai politik dalam proses rekruitmen calon kepala daerah. Dinamika yang terjadi menjelang pelaksanaan Pilkada menurut perspektif koalisi justru sebaliknya. Sejumlah bakal calon terkesan mengambil langkah politik sendiri dengan cara membangun komunikasi politik ke pimpinan pusat partai.

“Mau ‘potong kompas’ langsung ke DPP silahkan saja. Tapi menurut PAN, itu semangat kandidat, bukan semangat partai. Pada akhirnya DPP akan mengembalikan lagi proses rekruitmennya ke daerah,” ucap Yusak Iryo, Ketua DPD PAN Manokwari.

“Kami juga heran mencermati perkembangan. Sepertinya bukan partai yang cari kandidat tapi kandidat yang jaring partai. Seolah menjaring calon bukan ranah kami (partai). Ini bukan pada porsinya,” tambah Frangky Awon, Ketua DPD Partai Demokrat Manokwari.

Sekretaris Partai Gerindra Manokwari, Heri Rumbin menyatakan penjajakan koalisi “besar” mengahadapi Pilkada Manokwari sama sekali tidak bertentangan dengan langkah-langkah penjaringan yang telah dilakukan partainya. Alasannya, karena sejumlah pendaftar, juga mendaftar di partai lain baik PAN, Golkar maupun Demokrat.

Kedua, karena sejak awal KMP memang didesain menjadi koalisi permanen dari pusat hingga daerah. “Pertemuan malam ini memperlihatkan bahwa koalisi merah putih tetap ada dan akan menunjukkan kapasitasnya,” katanya.

“Sejauh ini ada 11 calon kepala daerah yang mendaftar ke Gerindra. Kami sudah lakukan survey untuk melihat elektabilitas. Tapi sampai hari ini kami belum tentukan sikap. Politik ini dinamis kami terus melihat dan berhati-hati,” tambah Sekretaris Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah Partai Gerindra Manokwari, Marthen Sineri.

Selain membangun kesepahaman untuk berkoalisi, pimpinan 4 partai politik ini juga menyatakan segera menyampaikan gagasan koalisi ini ke pimpinan pusat partainya masing-masing. Membangun komunikasi dengan partai anggota KMP lain yang belum hadir serta partai lain yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH)—Koalisi partai pendukung Joko Widodo pada Pilpres 2014– juga sedang dilakukan.

“Akan baik bila teman2 partai anggota KIH juga bisa bergabung dalam kebersamaan ini,” sebut Yusak Iryo. | TOYIBAN

 

EDITOR: PATRIX B. TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan