www.herdi.web.id Pilkada-Serentak-2015

PILKADA MANSEL: Warga Dorong Kandidat Bersih

MANOKWARI, cahayapapua.com—- Warga Manokwari Selatan diingatkan untuk jeli menakar integritas dan mengukur kesunguhan kandidat calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung dalam Pilkada di daerah tersebut 9 Desember tahun ini.
Integritas yang diingatkan untuk ditakar ialah mengenai rekam jejak bakal calon bupati/wakil bupati terkait masalah hukum.
Kepala Kampung Tahota, Distrik Tahota, Daud Sayori mengatakan, Mansel membutuhkan figur yang bersih dari masalah hukum sebab daerah itu baru saja memulai pembangunan setelah dimekarkan.
“Kami butuh kandidat yang tidak bermasalah secara hukum untuk benar-benar membangun Manokwari Selatan,” kata Daud ketika bertandang ke redaksi Cahaya Papua baru-baru ini.
Untuk tujuan tersebut, Daud mendorong KPU setempat dan Panwaslu secara teliti memperhatikan berkas para balon dan memastikan mereka bersih dari dugaan kasus korupsi.
“Karena kami tidak ingin masalah korupsi di daerah lain dibawa ke Manokwari Selatan,” Daud melanjutkan. “Kami menginginkan figur yang tidak kena kasus, tidak korupsi. Kami ingin kandidat yang bersih, hatinya juga bersih untuk membangun,” dia mengulangi penegasan.
Daud, berkaca pada kasus korupsi yang mengagalkan sejumlah politisi Papua Barat sebagai anggota DPR dan DPD, mengimbuh, bahwa pengalaman itu sebenarnya sudah cukup menjadi tamparan bagi Papua Barat.
Daud yang berbicara dengan mimik serius selama wawancara, kemudian menambahkan, bahwa warga setempat sudah punya cukup pengalaman untuk menilai kandidat yang punya niat tulus membangun.
“Kalau ada kandidat yang bagi-bagi uang dan bagi-bagi mobil, berarti kandidat itu tidak punya niat tulus untuk membangun, mereka hanya mau berkuasa,” dia menggambarkan cara mereka menilai kandidat.
Diakhir wawancara, Daud menyatakan bahwa warga kampungnya tidak akan memilih jika ada calon yang tak bersih secara hukum lolos sebagai calon bupati/wakil bupati.
“Kalau mereka lolos, kami akan tolak mendirikan TPS di kampung kami,” imbuh Daud. “Kami harap, kepolisian, kejaksaan dan pengadilan ikut meneliti berkas-berkas para kandidat,” dia mengakhiri.
|MUHAMMAD RIZALDY