Pilkada Serentak

PILKADA SERENTAK: Jumlah Pemilih di 9 Kabupaten Menurun

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— KPU Provinsi Papua Barat belum menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Kabupaten Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak.

“Penetapan belum dilakukan karena masalah waktu dan jarak. Selain itu, KPU masih memfokuskan penyelesaian sengketa pilkada di kabupaten Kaimana kabupaten Fak-fak,” ketua KPU Provinsi Papua Barat, Amus Atkana kepada wartawan, Jumat (4/9/2015).

Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak merupakan daerah otonom baru (DOB). Sehingga penyelenggaraan pilkada di dua daerah itu dilaksanakan oleh KPU Provinsi Papua Barat.

Dia mengatakan, telah mendapatkan laporan dari KPU di sembilan kabupaten terkait tahapan pemutakhiran data pemilih. Tahapan itu berjalan aman dan lancar.

“DPS akan dimutakhirkan menjadi data pemilih tetap (DPT). Mungkin, hari Senin-Selasa pekan depan DPS di dua daerah itu sudah ditetapkan,” ujar Amus.

Menurutnya, KPU masih mempunyai ruang untuk memutakhirkan data pemilih. Yakni hingga hari pencoblosa suara proses ini masih bisa dilakukan.

“Pemutakhiran data pemilih dimulai dari DPS. Kemudian akan dimutakhirkan menjadi DPT, data pemilih tetap tambahan (DPTB) -1, dan DPTB-2,” paparnya.

Diakui Amus, di sejumlah daerah, jumlah pemilih mengalami pengurangan. Seperti, di Kabupaten Teluk Bintuni. Setelah data pemilu 2014 lalu dimutakhirkan terjadi pengurangan sekiranya 3.000 an lebih pemilih.

Amus minta masyarakat mempercayakan pemutakhiran data kepada penyelenggara pemilu. Ia tak ingin ada berpraduga penggelembungan pemilih pada Pilkada ini.

“Berdasarkan laporan, data pemilih di provinsi Papua Barat ini agak fluktuasi. Ada pengurangan-pengurangan yang sepanjang bisa dipertanggung jawabkan,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Provinsi Papua Barat, Alfredo Ngamelubun mengatakan, hasil penetapan DPS yang dilakukan KPU di sejumlah Kabupaten menunjukan adanya penurunan jumlah daftar pemilih. Meski demikian data ini masih dapat berubah.

“Penurunan itu terjadi karena setelah dilakukan pembersihan, banyak data pemilih ganda. Bahkan, di beberapa kabupaten, tim pemenangan pasangan calon kandidat ikut berpartisipasi dalam pembersihan data,” ujar Alfredo. |RASYID FATAHUDDIN