Ilustrasi Pilkada

PILKADA WONDAMA: Anderias – Flora Mulai Rumuskan Visi Misi

WONDAMA, Cahayapapua.com—- Pasangan calon bupati dan wakil bupati Teluk Wondama, Anderias Kaikatui- Flora Rumbekwan merumuskan beberapa isu penting yang menjadi visi dan misinya untuk membangun Teluk Wondama, jika terpilih.
Calon Bupati Anderias Kaikatui mengatakan, mewujudkan masyarakat Teluk Wondama yang mandiri, sejahtera, beradab, dan diberkati Tuhan merupakan rumusan bagi ia dan pasangan untuk maju dalam Pilkada di kabupaten tersebut.
“Kemandirian seseorang sejatinya dibarengi dengan kesejahteraan, sehingga ketika seseorang sudah sejahtera, maka pada tingkat tertentu akan membawanya beradab, terutama mengenai pendidikan dan kesehatan,” ujar Anderias kepada Cahaya Papua, kemarin.
Lebih lanjut Anderias mengatakan, agar masyarakat mandiri, hal utama yang harus dilakukan yakni memberdayakan masyarakat.
Bidang-bidang yang diberdayakan, seperti bidang kelautan dan perikanan, pertanian dan peternakan. Selain itu potensi parawisata perlu ditata. Konsepnya dimulai dari wisata religi di Bukit Autumeri hingga ke pelosok pulau-pulau. “Sebab alam Wondama ini sangat memiliki potensi yang menjanjikan,” katanya.
Selanjutnya Anderias dan pasangannya bertekad jika memimpin daerah itu, akan meningkatkan kualitas pendidikan. Ia menyadari bahwa secara statistik Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua Barat, terutama Teluk Wondama masih sangat rendah.
Oleh sebab itu, pasangan ini berjanji meningkatkan hal itu, dengan lebih utama menempatkan pembangunan kualitas guru. Sebab pembangunan pendidikan saat ini lebih fokus pada pembangunan fisik, seperti gedung sekolah. “Kami akan tindak lanjuti dengan membangun kualitas manusia,” katanya.
Masih seputar pengembangan manusia, Andrias menambahkan, kualitas guru akan ditekankan pada tenaga pengajar yang ada di pedalaman.
Ada satu strategi yang dijalankan ketika pasangan ini dipercaya memimpin daerah itu, yakni memberikan insentif yang tinggi kepada mereka yang bertugas di pedalaman. Tapi ada juga sanksi tegas bilamana tenaga pendidik di pedalaman mangkir dalam menjalankan tugas.
Khusus daerah pedalaman yang sulit dijangkau, akan ada tenaga pengajar kontrak dengan rentan waktu yang ditentukan.
Hal ini akan dilakukan secara bergantian, sebagai bentuk penyegaran bagi para tenaga pendidik di daerah pedalaman, dengan target capaian minimal. Misalnya pada gelombang pertama tenaga yang dikirim targetnya harus anak- anak di pedalaman sudah bisa membaca. “Dan selanjutnya secara berlanjut. Hasilnya dari perubahan akan diraih secara optimal,” katanya.
Misi selanjutnya yakni peningkatan derajat kesehatan, dengan melihat kekurangan pada fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang bertugas.
Diakuinya tenaga medis yang diharapkan bekerja optimal dalam melayani masyarakat, terutama tenaga dokter, memang masih sangat kurang. Tenaga dokter spesialis pun bisa bilang baru dua orang. Jika pasangan ini terpilih, mereka berjanji akan menambahkan tenaga- tenaga spesialis guna menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.
Selanjutnya fokus pembangunan sesuai misi pasangan ini yakni ketersediaan infrastruktur yang memadai, agar dapat menunjang perekonomian yang ada di daerah itu.
Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Teluk Wondama memisalkan, tambatan perahu bagi nelayan sebagai pendaratan pada saat usai melakukan penangkapan ikan, kapal laut sebagai sarana penghubung masyarakat antar pulau, air bersih, listrik yang menjadi kebutuhan dasar, merupakan infrastruktur penunjang bagi perekonomian masyarakat. “Kami sudah memiliki tekad untuk menyediakan hal itu dalam program 100 hari kerja kami ketika kami di percaya memimpin daerah ini,” tegasnya.
Berikut fokus perhatian pasangan ini dalam misi yakni penata kelola birokrasi pemerintahan. Sejauh ini diketahui bahwa disiplin pegawai di daerah tersebut masih sangat minim. Hal ini disadari, bahwa pemicunya karena pucuk pimpinan sering tidak berada di daerah tersebut.
“Jika seorang pemimpin berada di tempat, tentu mudah mengawasi jajaranya, sehingga tidak indisipliner, kita tentu memberikan motifasi serta contoh yang baik kepada bawahan sehingga tidak menimbulkan kesan pada bawahan, kalau kita berada di tempat tentu bawahan kita tidak indisipliner,” katanya menjelaskan.
Pasangan ini bertekad menata kelola birokrasi ini dengan meningkatkan kualitas SDM pegawai negeri dengan mengikut sertakan dalam pelatihan-pelatihan sesuai bidang dan tupoksi. Selain itu untuk meningkatkan kinerja dan disiplin PNS akan didorong dengan memberikan reword kepada mereka. Namun sebaliknya jika aparatur yang malas dan kurang disiplin, tetap akan diberi sanksi tegas sebagai teguran, sehingga merasa bertanggung jawab dalam melayani masyarakat, dan bekerja tepat waktu.
“Dalam tata kelola pemerintahan ini aparatur sipil dituntut agar memiliki SDM terutama orang asli daerah ini, ya tentu kita bekali dengan mendorong mengikuti pelatihan, meningkatkan SDM melalui pendidikan informal dan formal di semua jenjang pendidikan, itu merupakan tekad kami,” tuntas Anderias. |ADLU RAHARUSUN