Kantor DPR Papua Barat. SuluhPapua

Pimpinan DPRPB Akan Dilantik Tanpa Robby Nauw

KAIMANA,CAHAYAPAPUA.com Ketua sementara DPR Papua Barat, Arifin, SE mengatakan, pelantikan pimpinan DPRPapua Barat akan dilaksanakan pada Selasa 16 Desember 2014. Meski demikian hanya 3 wakil ketua sesuai SK Mendagri yang akan dilantik.

Mereka adalah Wakil Ketua I J.A Jumame dari Golkar, Wakil Ketua II Alberth Manibuy dari PDIP dan Wakil Ketua III Ranley Mansawan dari Partai Nasdem.

Pasca dilantiknya 3 wakil ketua DPRD, DPRD-PB sudah bisa bekerja, termasuk melaksanakan agenda besar yang paling mendesak yakni pembahasan dan penetapan APBD Papua Barat Tahun Anggaran 2015.

Soal apakah tertundanya pelantikan ketua DPRPB, Robert Melianus Nauw akan mempengaruhi kepemimpinan di lembaga tersebut, Arifin mengatakan, kedudukan pimpinan DPRD sifatnya kolektif kolegial. Dengan demikian, ketika tidak ada ketua maka salah satu dari wakil ketua bisa melaksanakan tugas ketua DPR PB.

Robby Nauw—sapaan akrab Robert, ditetapkan sebagai Ketua Definitif DPRPB Senin (10/11/2014) siang dalam sidang paripurna DPR PB. Namun penetapan Robby yang didasarkan pada rekomendasi DPP Partai Demokrat itu dikritik oleh pegiat anti korupsi di Manokwari.

Direktur Lembaga Penelitian Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Christian Warinussy menilai posisi Robby akan mempersulit kerja DPR-PB kedepan. Hal ini menyusul status hukum Robby sebagai terdakwa kasus dugaan korupsi bersama 43 mantan anggota DPRPB periode lalu.

Robby sebetulnya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung dalam kasus yang menderanya, namun Warinussy menilai MA tetap akan menjatuhkan vonis kurungan penjara. “Ini kasus korupsi, saya prediksi dia akan dipenjara. MA sudah pasti akan memperkuat putusan pengadilan Negeri dan pengadilan Tinggi Papua, ” imbuhnya.

Selain itu, Warinussy kuatir kedepan DPR-PB tidak akan melahirkan kebijakan-kebijakan yang pro rakyat terutama dalam kaitannya dengan agenda pemberantasan korupsi. Robby, sebut Warinussy, seharusnya legowo menyerahkan tanggungjawab itu kepada anggota DPR lain dari Demokrat. |ISABELLA WISANG /TOYIBAN