Pelatihan Penyulingan Minyak Lawang

PKKPM-PIE Gelar Pelatihan Minyak Lawang

SORONG, Cahayapapua.com–– Program Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Berbasis Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Infrastruktur Ekonomi (PKKPM- PIE) Kabupaten Sorong pada tanggal 15 – 17 Maret 2016 mengadakan pelatihan penyulingan minyak lawang.

Fasilitator PKKPM – PIE Kabupaten Sorong, Safitri Maricar mengatakan, pelatihan ini melibatkan peserta dari tujuh kampung diantaranya, Kampung Sulu, Kampung Klatim, Kampung Luwelala, Kampung Dasri, Kampung Masos dan Kampung Klaos.“Mereka (peserta,red.) kita bagi menjadi tujuh kelompok, tiap kelompoknya terdiri dari tiga orang. Pelatihan penyulingan minyak lawang ini dilaksanakan di Distrik Maudus dan Distrik Sayosa, Kabupaten Sorong,” kata Safitri.

Produksi minyak lawang menggunakan mesin dapat meningkatkan produksi minyak lawang dibanding cara manual yang butuh waktu lebih lama.“Kalau gunakan mesin hanya butuh lima jam saja. Waktunya cepat, dan kualitasnya juga bagus daripada sebelumnya pake cara manual yang memakan waktu 15 sampai 20 jam,” ujar Safitri kepada Wartawan, Rabu (23/3/2016).

Lebih lanjut Safitri menjelaskan, PKKPM merupakan program upaya untuk penghidupan keluarga miskin, yang dicanangkan oleh Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. PKKPM sendiri memiliki tiga program utama, antara lain peningkatan kapasitas, modal usaha dan penyediaan infra struktur ekonomi (PIE).

Kepala Distrik Maudus, Kabupaten Sorong, Yonas Blessia, S.IP menyambut baik program PKKPM-PIE. Yonas meminta agar warga binaannya dapat menjaga dan terus melestasrikan proses pembuatan minyak lawang sehingga tidak punah. “Proses pembuatan minyak lawang ini harus terus dilestarikan, jangan sampai hilang begitu saja, karena minyak lawang mempunyai manfaat yang sangat luar biasa bagi kesehatan,” tutur Yonas.

Salah satu peserta asal Kampung Sulu, Yoel Klouw mengaku senang dengan adanya mesin penyulingan minyak lawang. Menurutnya dengan adanya mesin penyulingan minyak lawang, dapat mengefisienkan waktu penyulingan. Hasil dari minyak yang diproduksinya itu, kata Yoel akan dijual ke salah satu agen yang sering membeli minyak lawang. “Haslnya ini kita akan jual ke ongko, biasanya kita jual per liter Rp 300.000,-” ujar Yoel. (NSR)

Tinggalkan Balasan