Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Teluk Bintuni. Kepala Sekolah di daerah tersebut meminta PLN untuk tidak memutus aliran listrik saat ujian berlangsung.

PLN Jangan Putus Aliran Listrik Saat UN

BINTUNI, Cahayapapua.com–– Pemberlakuan pemadaman listrik oleh PLN wilayah Teluk Bintuni belakangan ini, ternyata menjadi kekuatiran tersendiri bagi pihak sekolah. Seperti dikeluhkan Kepala SMA Katolik Pastor Yohanes Belo Boly, SVD, Jumat (1/4/2016) kemarin.

“Kalau terjadi pemadaman listrik saat UN nanti, tentu sangat mengganggu konsentrasi anak – anak yang mengikuti UN. Ini penting kita perhatikan bersama,” sorotnya.
Ia harapkan adanya kerjasama dari PLN, perusahaan BP Tangguh maupun Pemerintah Daerah, untuk mencari jalan keluar soal optimalisasi pelayanan pasokan listrik bagi masyarakat, khususnya pada saat UN berlangsung.

“Nanti saat ujian nasional bahasa inggris, ada soal listening (mendengar) sehingga menggunakan perangkat elektronik, makanya jangan sampai listrik padam saat mata pelajaran itu berlangsung,” kuatirnya.

Hal senada diutarakan Kepala SMA Negeri 1 Teluk Bintuni, Alex Hattu, SP. “Sangat mengganggu jika listrik padam saat UN, sebab pengalaman tahun lalu saat UN demikian. Jangan lah terulang lagi tahun ini,” harapnya.

Sekretaris Panitia Subrayon I SMK Negeri I Bintuni, Eko Hadi Pranoto, S.Pd, M.M, mengatakan, mengantisipasi pemadaman bergilir pihak sekolah telah mempersiapkan genset. “ UN nanti memang secara manual, tapi di hari ketiga ada perlu pasokan listrik untuk mata pelajaran gunakan perangkat elektronik,” kata Eko Hadi Pranoto, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (1/4/2016).

Sementara itu beberapa sekolah di daerah itu menyatakan siap mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat SMK/ SMK sederajat pada Senin (4/4/2016) lusa. Para kepala sekolah bahkan optimis sekolahnya mampu meraih hasil positif dengan target kelulusan 100 persen,.seperti SMA Katolik Bintuni

“Jauh hari kita sudah persiapkan siswa/i kelas 12 agar siap menghadapi UN. Ada pengayaan dan beberapa kali tryout, jadi kami optimis bisa raih kelulusan 100 persen,” kata Kepala SMA Katolik Bintuni, Pastor Yohanes Belo Boly, SVD, Jumat kemarin.

Ia melanjutkan mata pelajaran UN seperti Fisika, Kimia dan Matematika, mendapat perhatian khusus. Alhasil, saat ini siswa/i-nya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam bidang studi dimaksud.

Ditanya soal jumlah peserta UN, Pastor Yohanes menyebut ada sebanyak 36 siswa yang terbagi dalam dua program studi. Rinciannya, 13 siswa IPA dan 23 siswa IPS.

Lain lagi dengan SMK Negeri 1 Bintuni. Sekretaris Panitia Sub rayon I SMKN 1 Bintuni, Eko Hadi Pranoto, S.Pd, M.M, mengatakan, persiapan UN di sekolahnya baru mencapai 50 persen untuk sarana dan prasarana, sedangkan materi sudah mencapai 100 persen.

“Jumlah siswa yang mengikuti UN sebanyak 115 peserta, dibagi dalam tiga jurusan. Otomotif 25 siswa, Akuntansi 40 siswa, dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) ada 50 siswa,” urainya.

Terpisah, Kepala SMA Negeri 1 Bintuni, Alex Hattu, SP mengatakan sejak Oktober 2015 lalu, pihaknya telah berlakukan jam tambahan pengayaan bagi peserta UN. “ Kami pun sudah lakukan tryout dan ujian sekolah yang berakhir bulan Maret,” ujarnya. Di SMA Negeri 1 Bintuni peserta UN berjumlah 134 siswa dengan rincian 60 siswa jurusan IPA dan IPS sebanyak 74 siswa.

Alex Hattu melanjutkan, Dinas Pendidikan setempat juga sudah melakukan pertemuan dengan pihak sekolah dalam rangka persiapan UN. “Kami sudah ambil semua alat tulis menulis yang berkaitan dengan UN nanti. Nomor peserta juga sudah diambil. Intinya kami sudah siap melaksanakan UN,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun media ini, di Kabupaten Teluk Bintuni ada lima SMA dan satu sekolah kejuruan yang mengikuti UN, antara lain SMA Negeri I Teluk Bintuni, SMA Katolik Bintuni, SMA Muhamadyah Bintuni, SMA YPK Bintuni, SMA Sanowesien Bintuni, dan SMK Negeri 1 Bintuni. (ART)

Tinggalkan Balasan