Ilustrasi

PLN Akan Kembangkan Kelistrikan Pegaf

MANOKWARI, Cahayapapua.com— PT PLN (Persero) akan mengembangan program kelistrikan di Kabupaten Pegunungan Arfak. Pembangkit listrik akan dibangun daerah-daerah terisolir.

Direktur Bisnis PT PLN Regional Maluku-Papua Haryanto WS di Manokwari, beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya tahun ini meluncurkan program Papua Terang untuk menjangkau pelayanan di seluruh desa Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Pegunungan Arfak sudah mendapat alokasi program ini yang kita pusatkan Distrik Anggi. Kedepan akan ditingkatkan kapasitas dayanya dan menambah jaringan agar bisa menjangkau daerah-daerah sekitar,” kata dia.

Dia menyebutkan, bagi daerah yang tidak bisa dijangkau dari Distrik Anggi, PLN akan membangun sumber daya baru, baik berupa pembangkit listrik tenaga disel (PLTD) maupun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Menurutnya, hingga tahun 2018 mendatang PLN akan melistriki daerah-daerah yang lebih mudah dijangkau melalui pembangunan pembangkit listrik yang lebih murah dan cepat dilakukan, seperti PLTD dan PLTS.

“Untuk tahun 2019, target kita mulai menjangkau daerah-daerah yang lebih sulit, terjauh, terisolir dan terluar baik di Papua maupun Papua Barat.  Secara bertahap program Papua Terang akan dilaksanakan di seluruh daerah,” katanya lagi.

Hariyanto optimistis, pihaknya mampu meningkatkan rasio elektrifikasi di dua provinsi ini menjadi 90 persen pada tahun 2020. PLN akan bekerja keras agar seluruh desa di Papua-Papua Barat terang melalui program ini.

Pegunungan Arfak memiliki sumber daya air yang cukup melimpah dan bisa dimanfaatkan sebagai pembankit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH).

Terkait hal tersebut, dia mengutarakan pembangunan PLTMH Pegunungan Arfak akan menjadi program jangka panjang PLN. Mengingat, pembangunan tersebut memerlukan tahap tahapan panjang dan biaya cukup besar.

Dia mengungkapkan, pembangunan PLTMH setidaknya membutuhkan anggaran sebesar 2000 US dolar hingga 2500 US dolar per/mega watt. Selain mahal, butuh waktu lama dan perhitungan matang

“Biaya investasinya memang mahal, tiga hingga empat kali lipat dari biaya pembangunan PLTD. Namun biaya operasional dan perawatanya lebih murah,” ujarnya lagi.

Dia menambahkan, PLN akan menambah daya listrik sebesar 250 mega watt untuk mencukupi kebutuhan listrik di kota-kota besar dan pusat industri provinsi Papua dan Papua Barat. Hal itu akan mulai dilakukan pada tahun 2017.

“Antara lain, Kota Jayapura kebagian 90 mega watt, Nabire 30 mega waat, Biak 10 mega watt, Manokwari 40 mega watt, Sorong 30 mega watt. Begitu pun untuk daerah lain seperti Fakfak, Kaimana, Teluk Bintuni, dan Merauke,” pungkasnya. (IBN)

Tinggalkan Balasan