PLN pastikan dua lokasi di Bintuni tak bisa dibangun PLTMG

BINTUNI— Dari hasil survei yang dilakukan oleh PLN, lokasi di Kali Kodok, Distrik Bintuni dan eks Pelabuhan Belanda, Distrik Manimeri tidak bisa dijadikan sebagai tempat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Gas (PLTMG).

Manager PLN Area Manokwari, Sulisyo, pekan kemarin mengatakan untuk eks Pelabuhan Belanda, tidak bisa digunakan karena jalan rencananya dipakai akan melewati cagar alam dan harus mengunakan jalan layang. Sehingga lokasi tersebut tidak bisa dibangun PLTMG.

“Nah, untuk Kali Kodok, kedalaman sungainya 3,8 meter, sedangkan kapal pengangkut gas minimal kedalaman sungai 5 – 7 meter,” katanya di Bintuni.

Menurut dia, memang ada beberapa alternatif yang sudah disampaikan oleh Pemda dan juga sudah dilakukan survei oleh tim dari Jakarta, tapi dari beberapa lokasi tersebut tidak ada yang cocok.

“Dari informasi terakhir yang kami dapatkan, Swiss Investigasi akan melakukan survei dekat lokasi BP Tangguh. Dan nantinya akan dibangun jaringan baru sampai ke Kota Bintuni. Kami belum tahu pasti jenis jaringannya, apakah transmisi atau kabel tanah yang bagus. Mudah mudahan 2018 akhir sudah ada titik terang,” katanya.

Dia menegaskan yang memutuskan tempat lokasi pembangunan PLTMG adalah PLN pusat. Dia mengaku hanya sebagai pegawai dan bukan pengambil keputusan.

Disinggung jika PLTMG tetap dibangun di Tanah Merah, apakah dijamin tidak mnegalami gangguan seperti saat ini, Sulisyo mengatakan pastinya PLN akan belajar dari kesalahan pada jaringan yang sudah dibangun dan membangun jaringan lebih baik lagi.

“Desainya kan sudah beda lagi dan belajar dari pengalaman, membangun seperti ini, maka ganguanya seperti ini. Yang jelas akan di antisipasi semuanya dan tidak mungkin masuk ke jurang yang ke-dua kali,” pungkasnya. (art)

Leave a Reply

%d bloggers like this: