Ilustrasi Korupsi.

Polda Kirim Ulang Berkas Kasus PNBP Bintuni ke Kejaksaan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Penyidik Polda Papua Barat telah mengirim ulang berkas Bendahara Kantor Unit Pelaksanan Pelabuhan Kelas III Teluk Bintuni, DJ, ke Kejaksaan Negeri Manokwari.

DJ merupakan tersangka kasus dugaan korupsi dana Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) di KUPP Teluk Bintuni sekitar Rp. 50 miliar bersama Kepala KUPP Teluk Bintuni periode 2011/2013 TOM dan Kepala KUPP periode 2013/2014 SA.

Direskrimsus Polda Papua Barat Kombes Pol Parlindungan Silitonga mengatakan, berkas tahap I terhadap DJ telah dikirim baru-baru ini ke Kejari Manokwari untuk diperiksa kelengkapan administrasinya.

Sebelumnya berkas tahap I telah dikirim ke Kejari Manokwari namun dikembalikan dengan sejumlah petunjuk untuk dilengkapi polisi. Berkas perbaikan tersebut yang telah dikirim kembali ke Kejari Manokwari.

“Mudah-mudahan jika tidak ada lagi masalah berarti bisa P-21. Artinya bisa terpenuhi secara materil maupun formil, sehingga bisa dilakukan pelimpahan tahap II yakni barang bukti dan tersangka,” jelas Parlindungan Selasa lalu.

Sementara itu Parlidungan mengatakan, berkas terhadap TOM dan SA saat ini masih disusun oleh pihaknya. Tidak menutup kemungkinan, ia mengatakan, berkas tahap I terhadap keduanya akan dikirim ke Kejari Manokwari dalam waktu dekat. “Saya rasa tidak lama lagi berkasnya akan segera dituntaskan,” ucapnya.

DJ alias Djanuri, TOM alias Tavip Onesias Manobi dan SA alias Samsyul Alam diduga merugikan negara sekitar Rp. 50 miliar dalam pengelolaan PNBP di KUPP Kelas III Teluk Bintuni yang telah disetor PT. Kanaka Dwinitra Tunggal dan PT Energi Marine Indonesia (MEI). |ADITH SETYAWAN