Wakapolda Papua Barat Kombes pol Drs.Tatang dan sdjumlah PJU saat menggelar press confrence.

Polda Papua Barat akan perketat pengawasaan sistem ITE

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kepolisian Daerah Papua Barat akan memperketat pengawasan sistem Informasi dan transaksi elektronik (ITE) untuk memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Direktur Reserse Narkoba Polda Papua Barat Kombes Bambang Ponco di Manokwari, Rabu, mengatakan kasus narkoba sudah benar-benar menjadi ancaman bagi setiap daerah.

Menurutnya, peredaran dan penyalahgubaan narkoba mengancam generasi muda. Jika tidak ditangani secara serius narkoba bisa memutus generasi penerus. “Papua Barat ini daerah yang subur, kaya akan potensi sumber daya alam. Kita butuh generasi hebat yang bisa mengelolanya, nah sekarang narkoba menjadi ancaman,” kata Bambang.

Ia cukup optimistis dalam melaksanakan pencegahan dan pemberantasan narkoba di Papua Barat. “Kami ingin Papua Barat Zero Narkoba. Berat untuk mewujudkanya, tapi harus terus diupayakan secara serius,” katanya.

Dia mengutarakan, jaringan peredaran narkoba Papua Barat berasal dari sejumlah daerah. Pasokan narkoba ke daerah tersebut dilakukan dengan memanfaatkan jasa pengiriman.

Selain narkoba, Pharacetamol caffein Carisoprodol (PCC) kini menjadi ancaman baru bagi Papua Barat. Polisi terus berupaya melacak peredaran PCC dan obat-obatan terlarang lain di daerah tersebut. “PCC masuk di Papua Barat sejak bulan Maret lalu. Obat ini lebih murah dari ganja ataupun sabu, selain remaja dewasa pun ada yang mengkonsumsi,” katanya lagi.

Bagi tersangka kasus peredaran PCC, Polda akan menerapkan hukuman maksimal untuk membuat para pelaku jera. Disisi lain hal itu sebagai pembelajaran pelaku lain yang saat ini masih berkeliaran. (IBN)

Tinggalkan Balasan