Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Royke Lumowa (kiri) berbicara dengan Pangdam XVII Cenderawasih  H. Siburian (kedua dari kiri) di depan kamar mayat RSAL, Manokwari, Kamis, saat melihat langsung korban penembakan Ones Sebrinus Rumayom yang meninggal dunia setelah terkena peluru dalam bentrok Rabu malam lalu.
Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Royke Lumowa (kiri) berbicara dengan Pangdam XVII Cenderawasih H. Siburian (kedua dari kiri) di depan kamar mayat RSAL, Manokwari, Kamis, saat melihat langsung korban penembakan Ones Sebrinus Rumayom yang meninggal dunia setelah terkena peluru dalam bentrok Rabu malam lalu.

Polda Papua Barat Buru Penikam Vijay

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com–– Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Brigjen Pol Royke Lumowa berjanji segera menangkap pelaku penikaman yang dialami oleh Vijay Paus-paus, Rabu.

“Kami sudah dapat indentitas pelaku, kami upayakan hari ini pelaku tertangkap,” kata Kapolda usai apel gelar pasukan operasi Mantap Praja Mansiman di halaman kantor Polda Papua Barat di Manokwari, Kamis.

Kasus penikaman yang dialami warga kompleks Jl. Serayu, Sanggeng Manokwari ini memicu amarah warga. Warga yang tidak terima dengan peristiwa tersebut, meluapkan emosinya dengan memblokade sejumlah jalan protokol di Jl Yossudarso, Jl Pahlawan serta Jl.Trikora.

Warga pun membakar beberapa unit motor patroli serta merusak pos polisi yang masih dalam proses pembangunan di depan pasar Sanggeng, Manokwari.

Kapolda menjelaskan, penikaman yang dialami Vijay bermula saat ia dan beberapa rekanya belum bisa membayar nasi bungkus yang dibelinya.

Vijay ditikam setelah sebelumnya dikejar karena dinilai melakukan keributan di warung makan tersebut.

“Untuk korban penikaman, saat ini masih di rawat di rumah sakit. Dia ditikam di begian punggung dan tidak mengenai organ dalamnya, dan tadi malam saya sudah menemuinya di rumah sakit dia pun masih bisa berkomunikasi,” kata Kapolda lagi.

Kacau yang terjadi di Manokwari, Rabu malam hingga Kamis dini hari ini membuat beberapa orang menjadi korban, diantaranya luka tembakan yang dialami dua orang warga. Seorang Komandan Rayon Militer (Danramil) di jajaran Kodim 1703/Manokwari Mayor TNI Suhargono pun menjadi korban penganiayaan dalam keributan tersebut.

“Ada enam orang korban, dua orang terkena tembak satu diantaranya meninggal atas nama Onisimus Rumayon, Namun saya yakin, mengatakan bahwa beliau meninggal bukan karena tembakan,” katanya menjelaskan.

Kapolda mengutarakan, sesuai keterangan dokter medis yang memeriksa korban bahwa benar ada luka tembak namun tidak terjadi pendaharan. Selain itu, tembakan tersebut tidak mengenai organ yang mematikan.

Royke mengaku, sudah menyarankan agar dilakukan outopsi untuk mengetahui penyebab kematian Onisimus Rumayom.

Pantauan Cahaya Papua, saat ini kondisi keamanan diwilayah Sanggeng Manokwari berangsur membaik. Jenazah alm Onisimus sudah dibawa ke rumah duka.

Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian Pengkajian Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussy pada wawancara secara terpisah mengaku, sedang melakukan investigasi menyeluruh atas kasus tersebut.

“Saya sudah utus staf untuk melihat korban di rumah sakit. Kami pun sudah menemui keluarga korban dan menurut keterangan keluarga korban, almarhum maninggal karena tertembak. Saat ini investigasi sedang berlangsung,” kata dia.

Dia mengutarakan, kasus ini tidak boleh disimpulkan secara tergesa-gesa. Ia pun menilai Kapolda terlalu dini menyimpulkan kasus penembakan tersebut.

Terkait kasus ini, pihaknya pun sudah menyampaikan informasi awal kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta. (IBN)

One comment

  1. secara pribadi saya sangat setuju dengan pendapat Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian Pengkajian Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussy. Memang benar menarik kesimpulan dari suatu persoalan itu tidak harus tergesa-gesa.

Tinggalkan Balasan