Polisi Batal Serahkan Tersangka Kasus KONI ke Kejati

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Rencana penyerahan berkas serta tersangka kasus Pembangunan Gedung KONI Papua Barat, Albert Rombe, ke Kejaksaan Tinggi Papua yang direncanakan berlangsung kemarin, batal digelar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari Timbul Tamba mengatakan, rencana penyerahan tersebut batal karena sebagian aset berupa ruko dan gudang milik Albert Rombe, yang disita kepolisian belum dikosongkan.

“Dalam hukum acara pidana kan barang-barang itu dalam status quo, tidak boleh ada barang- barang atau alat-alat di dalam,” kata Kajari Timbul Tamba kepada wartawan di kantor Kejari Manokwari sore kemarin.

Timbul belum bisa memastikan waktu penyerahan berkas dan tersangka Albert Rombe setelah penundaan tersebut. “Kejaksaan masih menunggu konfirmasi dari penyidik Polda Papua Barat,” kata dia.

Penyidik Ditreskrimsus Polda Papua Barat sebelumnya mengagendakan penyerahan tahap II kasus KONI Papua Barat yang menyeret mantan ketua harian KONI Papua Barat Albert Rombe Selasa kemarin.

Polda Papua Barat tidak memberikan tanggapan perihal pembatalan tersebut. Pesan pendek yang dikirim kepada Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Barat AKBP JH Sitorus tidak mendapatkan respon.

Penyerahan tahap II rencananya dilakukan setelah pada hari yang sama penyidik memasang garis polisi di 6 ruko dan 1 gudang milik Albert Rombe yang tersebar di beberapa tempat di Manokwari.

Albert Rombe diduga melakukan tindak pidana Korupsi Dana Pembangunan Kantor KONI Papua Barat tahun anggaran 2012-2012 sebesar Rp 26,7 miliar.

Tersangka dijerat pasal 3 dan 5 Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tahun 2010. Polisi juga menetapkan mantan ketua harian KONI yang lain YR sebagai tersangka namun belum ditahan. (MAR)

Tinggalkan Balasan