Mahasiswa UNIPA memasang spanduk di sekitar kampus UNIPA, Selasa (1/11), yang berisi desakan kepada kepolisian untuk menangkap dan menyeret pelaku pembunuh Agus dan Tasya ke meja hijau. Agus dan Tasya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di sekitar Kali Pami, Senin (31/10).
Mahasiswa UNIPA memasang spanduk di sekitar kampus UNIPA, Selasa (1/11), yang berisi desakan kepada kepolisian untuk menangkap dan menyeret pelaku pembunuh Agus dan Tasya ke meja hijau. Agus dan Tasya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di sekitar Kali Pami, Senin (31/10).

Polisi Buru Pembunuh Agus dan Tasya, UNIPA Hentikan Sementara Aktivitas Perkuliahan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Polres Manokwari akhirnya membentuk tim khusus untuk mengejar terduga pelaku pembunuhan sadis dua mahasiswa Universitas Negeri Papua (Unipa), Agustinus Awun (Pria) dan Tasya Sapulete (Wanita) Senin lalu.

Kapolres Manokwari AKBP Christian Rony Putra saat di temui wartawan di Kantor Klasis Manokwari Selasa (01/11) m08engakui saat ini timnya masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. yang diketahui atas nama Agustinus Awom.

Dijelaskannya, berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan informasi serta barang bukti yang ditemukan, bahwa diduga kuat Agustinus Awom adalah pelakunya. “Ada mobil yang diduga milik pelaku dan keterangan saksi yang melihat sesaat setelah kejadian itu, terduga pelaku keluar dari Mobil Taksi DS 7655DB warna biru. Mobil itu sudah kita amankan di Mapolres,” ujarnya.

Selanjutnya dia menjelaskan, mobil itu diketahui bukan milik terduga pelaku. Namun, setelah dikonfirmasi ke istri Agustinus Awom, menyebutkan bahwa suaminya memang mengemudi Mobil tersebut.

Seajauh ini kata Rony, pihaknya belum bisa memastikan indikasi pembunuhan itu mengarah ke pemerkosaan atau hal lain. Ia  masih akan menunggu hasil visum dokter, termasuk luka-luka yang ada di kedua korban.

“Nanti saya cek ke dokter dulu terkait hasil visum apakah korban Tasya juga mengalami pemerkosaan atau tidak. Kalau luka-luka itu keduanya memang dibacok di lengan serta bagian kepala,” ucapnya.

Bukan hanya itu, ia (Polisi red) juga belum bisa memastikan apakah pelaku pembunuhan ini lebih dari satu orang. Untuk mengetahui hal itu kata dia, masigh akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut setelah orang yang di duga pelaku ini sudah ditangkap,” terangnya.

“Menurut dugaan saya pelaku itu lebih dari satu namun hal itu belum pasti, kita menunggu saja kalau sudah di tangkap, baru kita lakukan pengembangan lagi,” paparnya.

Agustinus Awun dan Tasya Sapulete merupakan Mahasiswa Universitas Negeri Papua (Unipa).  Keduanya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa bersimpuh darah, sekira pukul 16.00 WIT di Pantai Mapi Amban Distrik Manokwari Utara oleh Warga, Senin (31/11).

Pantauan langsung koran ini Jenazah Agustinus Awun, hari ini (kemarin) di kirim ke daerah asalnya, Nabire menggunakan Kapal Pelni Labobar,setelah sebelumnya dilakukan otopsi.  Jenazah di antar ke pelabuhan sekira pukul 17.00 WIT oleh sejumlah kerabat dan teman-sekampusnya.

Sementara itu secara terpisah Mahasiswa Universitas Papua kemarin menggelar aksi di depan kampus mereka mendesak pihak kepolisian segera menangkap  pembunuh Agus dan Tasya.

Aksi yang berlangsung sekitar pukul pukul 7.30 WIT itu di sertai dengan pemalangan area sekitar kampus. Sejalan dengan aksi tersebut pihak kampus menyerukan aktivitas perkuliahan sementara waktu.

“Kami mahasiswa masih berduka terhadap insiden tersebut,” ujar salah satu mahasiswa dalam aksi merujuk pada peristiwa pembunuhan keji tersebut.

Koordinator aksi Yaly Arnold Halitopo meminta agar pihak kepolisian secepatnya menangkap pelaku dan menyeret yang bersangkutan ke hadapan hukum.

Sementara itu salah satu alumni Unipa Musa Naa berharap kepada seluruh akademisi dan jajaran agar secepatnya melakukan pertemuan dengan Rakopindam Kabupaten maupun provinsi. Pertemuan untuk membicarakan serta mencari solusi penyelesaian kasus tersebut.

Ia berharap kepada pihak kepolisian agar secepatnya menangkap pelaku pembunuhan dan menghukum pelaku sebar-beratnya.

Sementara itu Rektor Unipa Dr Jakob Manusawai menyerukan agar seluruh aktivitas kuliah untuk sementara diliburkan hingga proses pemakaman jenasah selesai.

Dalam pantauan lapangan aksi tersebut di kawal pihak kepolisian namun menjaga jarak dari areal kampus Unipa. Hingga kemarin sore polisi masih tetap siaga mengantisipasi adanya aksi-aksi yang tidak diinginkan. (MAR)

Tinggalkan Balasan