Kapal pengangkut BBM ilegal yang dioperasikan CV Ardian Wondama milik La Muni.

Polisi: CV Ardian Wondama Tak Punya Ijin Kelola BBM

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Kepolisian Resor Manokwari menyatakan, CV Ardian Wondama, yang baru-baru ini tertangkap di Manokwari akan mengangkut 185 ton solar dan premium menuju kabupaten Teluk Wondama tidak memiliki ijin sebagai penyuplai BBM.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Manokwari Ajun Komisaris Polisi Tommy H Pontororing mengatakan, kepastian ini didapat setelah pihaknya meminta keterangan ahli migas dari BPH Migas.

Tommy menjelaskan, CV Ardian Wondama, tidak memenuhi syarat karena tidak mengantongi ijin niaga maupun ijin sebagai trasportir BBM. “Pekerjaan yang diberikan saja sudah melanggar hukum apalagi dengan adanya pekerjaan-pekerjaan samping dengan memanfaatkan kontrak antara CV tersebut dengan Pemda Wondama. Apalagi BBM tersebut merupakan BBM ‘kencingan’ dari kapal tanker,” kata Tommy di Manokwari kemarin.

Pelanggaran yang diduga dilakukan oleh CV Ardian, lanjut Tommy, adalah pasal 53 huruf b tentang pengangkutan tanpa ijin dengan ancaman tiga tahun penjara serta huruf d niaga tanpa ijin dengan ancaman kurungan penjara empat tahun.

“Kenapa yang bersangkutan bisa kita tahan karena ada pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dia memanfaatkan kontrak untuk pengadaan BBM-BBM Illegal serta kontrak tersebut juga dimanfaatkan untuk memperoleh BBM jenis premium. Itu merupakan pelanggaran,” terangnya.

Kasat menambahkan CV Ardian Wondama dijerat dengan pasal pencucian uang karena awalnya BBM yang ia perjual belikan bukan berasal dari Pertamina. Perusahaan tersebut baru membeli BBM dari Pertamina setelah mendapat keutungan dari perjualan awal.

Selain itu Kasat menilai dalam pengembangan pemeriksaan, terdapat barang-barang yang dibeli dari hasil penjualan BBM Illegal tersebut, dimana benda-benda yang dimaksudkan tersebut bernilai ratusan juta rupiah.

Kapal SPOB Dian Yuspa XIV yang dioperasikan CV Ardian Wondama ditangkap di pelabuhan Anggrem Manokwari belum lama ini. Barang bukti yang ditangkap saat itu, selain kapal, adalah 35 ton premium dan 150 ton solar. Belakangan Polres Manokwari mengirim 150 ton solar tersebut ke Wondama setelah disurati Bupati Teluk Wondama Albert Torey.

Sementara itu, polisi telah menetapkan Direktur CV Ardian Wondama La Muni sebagai tersangka dan telah di tahan di Mapolres Manokwari. Polisi menegaskan masih ada tersangka baru. |ADITH SETYAWAN