ilustrasi alkohol detakriaunews.co

Polisi Kaimana Tangani Pelajar Penghirup Bensin Secara Khusus

KAIMANA, cahayapapua.com—-Satu lagi mainan baru sebagai pemuas dahaga remaja Kota Kaimana, selain lem fox, obat batuk komix dan sejenisnya.

Senin (10/8/2015) di salah satu lokasi di Kampung Trikora yang mereka sebut sebagai Mabes, Tim Patroli Kepolisian Resort Kaimana dibawah pimpinan Iptu Munawar memburu 5 pelajar penghirup bensin bercampur solar. Empat dari lima pelajar ini masing-masing berinisial Y, U, T, H merupakan pelajar salah satu SMP Negeri dan satunya berinisial N merupakan pelajar salah satu SMP Swasta Kota Kaimana.

Pengejaran terhadap lima pelajar dilakukan untuk mengantisipasi bertambah meluasnya aksi mereka, yang dapat mempengaruhi remaja lainnya. Peristiwa di terjadi Senin (10/8) sekitar Pukul 12.30 WIT. Saat itu, kelima remaja sedang duduk di tepi jalan dan bersembunyi diantara rerumputan.

Melihat mobil patroli polisi lewat, lima remaja tiba-tiba lari berhamburan. Mencurigai ada sesuatu yang dikerjakan, Polisi mendatangi tempat mereka melakukan aksi. Di lokasi tersebut, ditemukan 3 botol bensin dan 1 botol solar. Sulit mengejar para remaja, Polisi hanya mengantongi nama lima remaja dan asal sekolah untuk dikonfirmasi kepada pihak sekolah tentang siapa orangtua dari anak-anak ini, sehingga bisa dilakukan pembinaan.

“Kami sementara patroli, mereka duduk di sebelah jalan dalam rumput-rumput itu. Begiru lihat kami langsung mereka lari. Kami turun kejar tapi mereka lari berpencar. Teman-teman mereka yang ada ini sudah kasih nama-nama. Nanti kami bawa nama-nama ini ke sekolah mereka, karena sekolah yang tahu siapa orang tuanya. Nanti kami akan panggil dan berikan pembinaan sama anak-anak ini dengan orang tuanya. Ini nama-namanya, ini ada 3 botol bensin dan 1 botol solar. Kalau bensin itu mereka hirup tapi solar ini tidak tahu untuk apa,” tukas Iptu Munawar sambil menunjuk barang bukti.

Informasi terpisah yang dihimpun Cahaya Kaimana menyebutkan, bensin dan solar yang mereka gunakan akan dicampur untuk mengurangi uap yang terlampau keras. Lokasi yang mereka gunakan untuk menghirup bensin merupakan lokasi tempat mereka berkumpul yang biasa disebut Mabes. Anak-anak ini melakukan aksi menghirup bensin pada siang hari, terutama pada jam pulang sekolah. “Solar itu dong pakai campur dengan bensin supaya tidak terlalu keras. Kalau hanya bensin itu keras jadi nanti tidak bisa hirup kuat-kuat jadi harus campur solar supaya ringan,” cerita beberapa anak yang ikut menyaksikan perburuan Polisi terhadap lima anak.

|ISABELA WISANG