Rudolf Albert Rodja

Polisi kembangkan penyelidikan kasus tambang ilegal Tambrauw

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Barat mengembangkan penyelidikan kasus penambangan emas ilegal di wilayah Kabupaten Tambrauw.

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja di Manokwari, Kamis, mengatakan, polisi sedang menelusuri keterlibatan pihak lain dalam penambangan tersebut.

Siapapun baik individu maupun koorporasi yang terlibat dalam penambangan tersebut, kata dia, akan ditindak. Penerakan hukum dilakukan sesuai peran masing-masing.

“Saat ini tim masih berada di area penambangan. Kami sedang mencari tahu pihak-pihak lain yang juga terlibat,” sebutnya.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti antara lain biji emas dengan berat 100 gram lebih dan sejumlah peralatan yang digunakan penambang.

Kapolda menyebutkan, penyidik sedang berusaha membawa barang lain yang saat ini masih berada di TKP. Pihaknya membutuhkan mobil besar untuk mengangkut alat berat yang digunakan pelaku.

“Masih ada eksavator disana, kami agak kesulitan untuk membawanya ke kantor Polda. Harus ada mobil tronton,” sebutnya lagi.

Sebelumnya polisi sudah menangkap lima pelaku dalam kasus ini. Lima orang tersebut adalah warga negara asing asal Tiongkok.

Mereka tak mampu berbahasa Indonesia sehingga dalam pemeriksaan Polisi harus menghadirkan seorang penerjemah bahasa.

Saat ini lima WNA tersebut masih mendekam di tahanan Polda Papua Barat untuk menjalani proses selanjutnya. Pelaku dijerat undang-undang Minerba dengan ancaman hukuman 10 tahun kurungan dan denda Rp.10 miliar. (ibn)

Tinggalkan Balasan