Ratusan Warga Toraja mendatangi Mapolres Teluk Bintuni, menuntut pengungkapan kasus pembantaian ibu rumah tangga dan dua anak di daerah tersebut baru-baru ini.

Polisi Optimis Tuntaskan Kasus Pembunuhan Sadis di Bintuni

TELUK BINTUNI, CAHAYAPAPUA.com – Meskipun sudah dua minggu lebih kasus pembantaian yang menewaskan ibu rumah tangga yang sedang hamil dan dua anaknya yang masih balita, namun pihak kepolisian belum juga berhasil mengungkap kasus tersebut. Kondisi ini memicu kemarahan ratusan warga Teluk Bintuni yang didominasi Suku Toraja saat mendatangi Mapolres Teluk Bintuni, Rabu (9/9) siang.

Kehadiran warga pendemo disambut langsung oleh Kapolres Teluk Bintuni, AKBP. Hary Supriyono. Menurutnya aspirasi masyarakat yang disampaikan oleh ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) pada intinya menuntut kejelasan penanganan penyidikan kasus tersebut.“Ketua IKT sudah menyampaikan aspirasi dan sudah kami terima,” ujarnya.

AKBP. Hary menegaskan bahwa pihaknya sangat serius menangani kasus pembantaian yang terjadi pada 25 Agustus lalu. Dalam penanganan kasus ini diakui pihaknya diback up langsung oleh Polda Papua Barat melalui dir kriminal umum, Kombespol. Bonar Sitinjak yang langsung datang ke Bintuni.

“Perlu diketahui setelah kita ada laporan polisi, kami langsung begerak cepat. Siang malam kami bergerak. Artinya kita sangat serius dan tidak main-main menangani kasus ini,” katanya.

Meskipun demikian, diakui penanganan kasus ini tidaklah semudah membalik telapak tangan. Tapi penyidikan yang dilakukan jajarannya dari hari ke hari mengalami kemajuan, bahkan permasalahannya sudah mulai mengerucut dan menemui titik terang.

“Permasalahan sudah mulai mengerucut dan sudah ada titik terang. Tapi dalam hal ini tidak secara gamblang kami buka kepada publik, karena ada hal tertentu yang tidak bisa kami publikasikan secara umum. Kami minta bapak- ibu sabar dan beri kami waktu. Ini menyangkut masalah penyidikan, kita harus hati-hati, tidak sembrono, tidak main tangkap, tahan, geledah ada aturan hukum yang mengatur,” jelasnya dihadapan ratusan pendemo.

Ia kembali menegaskan bahwa saat ini sudah ada titik terang terkait penangan kasus tersebut, bahkan telah mengarah ke tersangka. Namun ia enggan menyebutkan siapa calon tersangka yang dimaksud serta motifnya melakukan pembunuhan.

“Saya juga senang bapak-ibu datang kesini, sebagai energi positif supaya lebih cepat menyelesaikan masalah ini. Apakah nanti tersangka orang sipil dan lain sebagainya. Kita akan kerja, beri kami waktu,”ungkapnya.

Untuk mempercepat pengungkapan kasus ini, Kapolres meminta agar informasi sekecil apa pun terkait kasus ini untuk segera disampaikan. Ia menghimbau agar warga tidak mudah terprovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. “Pasti misteri kasus pembunuhan ini akan terungkap,” kata dia.

Sebelumnya warga Kabupaten Teluk Bintuni digegerkan dengan peristiwa pembunuhan sadis yang menimpa seorang ibu rumah tangga dan dua anaknya.

FL, ibu rumah tangga yang tewas tersebut ditemukan dalam kondisi tubuh tanpa busana dengan luka para di beberapa anggota tubuhnya. Sementara dua anaknya terdapat luka bacokan dan luka benturan dibagian kepala.

Saat ini kasus tersebut masih terus didalami oleh pihak Kepolisian Resor Teluk Bintuni dibantu Polda Papua Barat. Sebelumnya Polda Papua Barat juga pernah menyatakan hal yang sama, bahwa polisi sudah mendapat titik terang soal kasus ini.

Sementara itu, Dirkrimum Polda Papua Barat, Kombespol. Bonar Sitinjak mengaku cukup optimis bahwa kasus ini akan segera terungkap.“Kita bantu dengan do’a. Kita yakin kasus ini akan terungkap,” tegasnya singkat.

Ketua Sinode GKI Klasis Bintuni, Pdt. Awi yang ikut dalam aksi demo mengungkapkan dengan tegas mengutuk kejadian sadis yang menewaskan tiga orang sekaligus. Ia meminta agar pelaku segera ditangkap dan diberi hukuman yang setimpal.“Ini adalah hal yang sadis, karena guru kenapa keluarganya jadi korban,” ujarnya.

Jika kasus ini tidak segera terungkap, ia berjanji akan menurunkan massa yang lebih besar lagi. Lain halnya dengan Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Teluk Bintuni, Mathius Baba mempertanyakan lambannya penanganan kasus ini.“Ini sudah hari ke lima belas, tapi belum ada tanda-tanda kasus ini terungkap,”pungkasnya. |ARI MURTI / ADITH SETYAWAN