Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Martuani Sormin Siregar

Polisi Papua Barat tingkatkan latihan beladiri

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kepolisian Daerah Papua Barat mendalami ilmu bela diri untuk meningkatkan kesigapan mereka menghadapi aksi serangan teroris dan kejahatan lainya.

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Martuani Sormin di Manokwari, Kamis, mengatakan, latihan harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pertahanan anggota. “Tanpa terkecuali seluruh anggota wajib mengikuti latihan beladiri yang kita laksanakan dua kali seminggu,”kata Kapolda.

Dia menyebutkan, Polri menjadi target aksi teror, latihan harus dilakukan agar lebih siap saat serangan datang. Ia pun ingin seluruh Polres segera menggelar simulasi penanganan serangan teroris.

“Saat ini baru Polda, Polres Manokwari dan Raja Ampat yang melaksanakan simulasi. Polres lain segera menyusul dan melakukan latihan secara rutin,”ujarnya lagi.

Dia mengutarakan, upaya pencegahan terus dilakukan agar tidak ada migrasi pelaku teroris dan penganut paham radikal ke Papua Barat. Meskipun demikian, setiap personil polisi harus bisa bertindak cepat dan tepat saat serangan tak dapat dicegah.

“Kita tak takut mati tapi juga jangan terlalu over underestimate atau meremehkan hingga melalaikan latihan. Jangan mati bodoh-bodoh, lawan selagi mampu, lumpuhkan dengan kemampuan yang kalian miliki,”katanya dihadapan personil yang hadir pada simulasi tersebut.

Dia menyebutkan, ancaman terhadap Polri akan terus berlangsung karena Polri dinilai sebagai toghut atau kelompok sesat yang harus dihancurkan.

Pada simulasi yang digelar di lapangan Mapolda pada, Rabu (5/7), personil mensimulasikan tiga skenario serangan yang dilakukan kelompok teroris.  Pada simulasi pertama, dua pelaku teror menyerang pos penjagaan Polri dengan senjata tajam, simulasi kedua polisi menangani serangan yang dilakukan pelaku yang membawa bom, serta penanganan terhadapi aksi serangan yang dilakukan pelaku terhadap personil lalu lintas saat melaksanakan tugas.

Saat itu, polisi menujukan aksi penangananan tanpa senjata hingga menggunakan senjata api.  “Penanganan serangan harus dilakukan secara cepat dan tepat. Itu tidak akan bisa kalau kita tidak latihan,” pungkas Kapolda. (ibn)

Tinggalkan Balasan