Ilustrasi,..

Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Pupuk Bersubsidi

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-– Proses penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi terus berlanjut.

Saat ini penyidik sudah memeriksa enam orang saksi dan menyita sejumlah barang bukti (BB) berupa pupuk urea dan phonska.

Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP. Hengky Kristanto Abadi, SIK menuturkan, salah satu saksi yang diperiksa penyidik yakni Plh (pegawai lepas harian) yang menjabat PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) di Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari.

“Dugaan sementara oknum PPL menyalahgunakan kewenangannya dalam penyaluran pupuk bersubsidi ke RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani),” kata Kasat Reskrim kepada wartawan, Selasa (1/12/2015) di ruang kerjanya.

Dikatakannya, dalam menyalurkan pupuk subsidi kepada masyarakat petani, oknum PPL tersebut memperjual belikan diatas ambang batas yang sudah ditentuan oleh pemerintah.

Diduga oknum PPL merauk keuntungan lebih dari penyaluran pupuk subsidi ini. “Dia ini tidak memiliki ijin penyaluran dari pemerinatah kabupaten, dia hanya sebatas pegawai lepas harian yang menjadi PPL,” jelas Hengky.

Menurut Kasat, direncanakan dalam waktu dekat pihak penyidik Polres Manokwari akan melakukan gelar perkara kasus ini. Gelar perkara bertujuan untuk menggali lebih dalam informasi yang dibutuhkan dalam penyelidikan dan penyidikan kasus yang sudah merugikan negara khusunya masyarakat petani.

Tidak menuntuk kemungkinan, jika diperlukan pihak penyidik akan memanggil Kadis Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Manokwari untuk dimintai keterangannya terkait hal ini.

Ditanya mengenai enam orang saksi yang sudah diperiksa, apakah ada yang memenuhi unsur pidana, Kasat mengatakan ada satu orang yang mengarah dan kalau memenuhi unsur pidana akan dinaikan statusnya menjadi tersangka.

“Kalau memenuhi unsur kita naikan statusnya menjadi tersangka, untuk sementara ada satu orang yang mengarah,” tegasnya.

Ia menambahkan, barang bukti yang disita oleh penyidik tidak banyak, namun dalam penyelidikannya penyidik menghitung secar akumulasi selama satu tahun.

Sementara data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua Barat.Tahun 2015 untuk wilayah Kabupaten Manokwari, jumlah pupuk subsidi yang harus disalurkan masing-masing, NPK Phonska dan NPK Pelangi 700 ton, Urea 500 ton, SP-36 120 ton, ZA 75 ton, dan pupuk Petroganik dan Zeorgranik 80 ton.|CR-74