Ilustrasi. duajurai.com

Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kasus Penimbunan Pupuk

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com — Pengembangan kasus penimbunan pupuk bersubsidi yang menyebabkan kelangkaan pupuk di dataran satuan pemukiman (SP) Manokwari sejak bulan Juli lalu masih dalam pemeriksaan saksi-saksi.

Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP Tommy H Pontororing saat dikonfirmasi via ponsel mengatakan, saat ini telah diperiksa tujuh orang saksi. Saksi-saksi yang dimintai keterangan adalah para petani lokal dataran SP.

Dalam pengembangan kasus tersebut, Kapolres Manokwari, Dandim 1703 Manokwari, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat dan Pertanian Kabupaten Manokwari serta Pimpinan Distributor Pupuk di Kabupaten Manokwari telah bersama-sama memeriksa ulang stok pupuk yang berada di gudang.

“Jadi Kapolres, Dandim, dari Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten, Distributor berinisial LN dari CV.PPP bersama-sama sudah memeriksa stok pupuk di gudang produsen serta tiga gudang yang telah diamankan untuk melakukan perhitungan,” ungkap Tommy melalui pesan singkat.

Pemeriksaan dilakukan untuk menghitung kembali, terutama pupuk-pupuk bantuan Mentri Pertanian melalui Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat yang diperuntukan untuk para petani yang masuk dalam Calon Penerima (CP) dan Calon Lokasi (CL).

“Itu yang akan segera disalurkan bila dokumennya sudah lengkap, karena petani sudah sangat membutuhkannya,” jelasnya.

Sedangkan terkait kelangkaan pupuk bersubsidi berdasarkan RDKK (Rencana Devenitif Kebutuhan Kelompok Tani) yang habis beberapa bulan lalu, kini masih tepat dalam pengembangan.

“Masih tetapi di lidik dan sidik penyebabnya, kenapa stok tersebut habis,” demikian Tommy mengatakan. |ADITH SETYAWAN|EDITOR : BUSTAM